Dipublish oleh Tim Towa | 13 Januari 2026, 09:36 WIB
Towa News, Balikpapan - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya membersihkan PT Pertamina (Persero) dari praktik korupsi dan pengelolaan yang tidak amanah. Pernyataan tegas ini disampaikan saat meresmikan infrastruktur Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kantor Besar Pertamina Refinery Unit V, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo mengakui adanya permasalahan tata kelola di perusahaan milik negara tersebut dalam beberapa tahun belakangan. Ia tidak segan memberikan kewenangan penuh kepada manajemen untuk melakukan pembersihan internal.
"Siapa yang Anda nilai tidak bagus, pecat! Jangan ragu-ragu. Demi bangsa dan rakyat, harus tega. Tidak ada itu. Banyak anak muda yang hebat-hebat, cari," kata Prabowo seperti dilaporkan Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden.
Kepala negara juga menyoroti praktik impor yang dinilai merugikan negara dan rakyat. Menurutnya, pengelolaan sumber daya energi wajib dilakukan secara amanah, bersih, dan transparan. Prabowo mengingatkan bahwa praktik markup merupakan bentuk penipuan dan pencurian yang tidak bisa ditoleransi.
"Terus saya pesankan, mari kita hasilkan untuk rakyat kita. Pemerintahan yang bersih. Manajemen yang amanah. Mengelola sumber kekayaan bangsa dengan sebaik-baiknya," tegas Prabowo dalam keterangan BPMI Setpres.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan pentingnya membangun kemandirian energi nasional sebagai syarat kemerdekaan sejati bangsa. Ia menilai Indonesia tidak boleh terus bergantung pada energi dari luar negeri, mengingat negara ini memiliki sumber daya yang memadai.
"Kita harus jadi bangsa yang percaya diri. Kita harus jadi bangsa yang bangga dengan prestasi kita. Kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri, bangsa yang selalu merasa kalah, merasa selalu tidak mampu bersaing sama bangsa lain, kita tidak boleh," ujar Prabowo seperti dikutip dari BPMI Setpres.
Presiden menambahkan, di setiap bidang kehidupan, Indonesia harus menjadi bangsa yang kuat dan mampu berdiri di atas kaki sendiri. Peresmian RDMP Balikpapan ini ditandai sebagai langkah strategis menuju kemandirian energi sekaligus transformasi tata kelola perusahaan energi nasional.
"Hari ini satu langkah lagi di bidang energi kita menuju kemampuan kita untuk mandiri, kemampuan kita untuk berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak boleh tergantung energi kita dari luar, tidak boleh," tandas Prabowo, Senin (12/1).
Peresmian RDMP Balikpapan menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan kedaulatan energi nasional. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan minyak dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar. Dengan arahan tegas Presiden Prabowo, transformasi tata kelola Pertamina diharapkan mampu menghadirkan pengelolaan energi yang lebih transparan dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB