Prabowo–Trump Teken Perjanjian Perdagangan Timbal Balik di Washington DC

Dipublish oleh Tim Towa | 20 Februari 2026, 13:01 WIB

Bagikan:
X
Prabowo–Trump Teken Perjanjian Perdagangan Timbal Balik di Washington DC
(Dok.Sekertariat Kabinet)

Towa News, Washington DC - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington DC, Kamis (19/2/2026), di sela-sela agenda peluncuran Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk Gaza.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membenarkan penandatanganan tersebut melalui keterangan resmi yang dirilis Jumat (20/2/2026).

"Perjanjian Bersejarah antara Amerika Serikat dan Republik Indonesia ini berisi tentang Perjanjian Perdagangan Timbal Balik," kata Teddy.

Seskab menambahkan, kedua pemimpin menyampaikan kepuasan atas langkah-langkah cepat dan berkelanjutan yang telah dilakukan oleh kedua negara, serta menegaskan komitmen kuat untuk mengimplementasikan kesepakatan besar tersebut.

Perjanjian bertajuk "Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance" ini ditandatangani langsung oleh kedua kepala negara dalam pertemuan bilateral yang berlangsung sekitar 30 menit setelah agenda Board of Peace selesai.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa 90 persen usulan pemerintah Indonesia disetujui oleh pihak Amerika Serikat. Kesepakatan ini juga berbeda dengan perjanjian serupa negara lain karena AS sepakat mencabut pasal non-ekonomi, sehingga perjanjian murni fokus pada perdagangan.

Salah satu poin utama kesepakatan adalah penghapusan tarif bea masuk menjadi 0 persen terhadap 1.819 pos tarif produk Indonesia, yang sebelumnya menghadapi ancaman tarif resiprokal antara 19 hingga 32 persen di pasar Amerika Serikat.

Dalam kerangka perjanjian, Indonesia menyatakan komitmen menghapus 99 persen hambatan tarif bagi produk industri, pangan, dan pertanian asal Amerika Serikat. Sementara itu, Amerika Serikat akan menurunkan tarif timbal balik menjadi 19 persen untuk barang asal Indonesia, dengan kemungkinan penurunan lebih lanjut bagi komoditas tertentu.

Gedung Putih juga mencatat potensi kesepakatan komersial antara perusahaan kedua negara, antara lain pengadaan pesawat senilai 3,2 miliar dolar AS, pembelian produk pertanian 4,5 miliar dolar AS, serta produk energi hingga 15 miliar dolar AS.

Sebagai tindak lanjut, Presiden Trump dan Presiden Prabowo menginstruksikan para menteri dan pejabat terkait di masing-masing pemerintahan untuk mengambil langkah tambahan guna memperdalam kerja sama strategis dan mewujudkan era baru kemitraan yang semakin berkembang antara kedua negara.

Gedung Putih dalam pernyataannya menegaskan bahwa implementasi kesepakatan tersebut akan menjadi fondasi menuju "era keemasan baru" aliansi AS-Indonesia.

Proses negosiasi perjanjian ini telah melalui tujuh putaran perundingan intensif dan lebih dari sembilan kali pembahasan tatap muka maupun virtual, yang dimulai sejak pengumuman Presiden Trump pada April 2025.

Sumber: Sekretariat Kabinet RI 

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video