Dipublish oleh Tim Towa | 20 November 2025, 14:13 WIB
Towa News, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi Presiden Republik Indonesia atas pencapaian bersejarah Perum Bulog yang berhasil mencatatkan stok pangan tertinggi sepanjang sejarah. Apresiasi ini disampaikan langsung dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perum Bulog di kantor pusat Bulog, Jakarta, Kamis (20/11/2025).
"Kami hanya datang menyampaikan apresiasi yang disampaikan oleh Bapak Presiden kepada Bulog, bahwa stoknya tertinggi sepanjang sejarah," kata Mentan Amran seperti dikutip dari Kementerian Pertanian RI, Kamis (20/11).
Mentan Amran menjelaskan bahwa pencapaian ini bahkan telah disampaikan Presiden dalam forum Sidang Umum PBB di New York di hadapan para pemimpin dunia. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Bulog mulai dari direksi, dewan pengawas, hingga tim di lapangan.
Lihat Juga: Mentan Amran: Prabowo Bangga Indonesia Berhenti Impor Beras, “Satu Liter Pun Itu Kehormatan Bangsa”
Tantangan Panen Raya 2026
Meski mencatat prestasi gemilang, Bulog menghadapi tantangan besar menjelang panen raya tahun depan. Mentan Amran memperkirakan stok beras akan mencapai 3 juta ton pada Desember-Januari, kemudian membutuhkan penyerapan tambahan 3 juta ton pada periode Februari hingga April.
"Tantangannya adalah gudang harus disiapkan dari sekarang," tegas Mentan Amran dalam pertemuan tersebut.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebutkan stok gudang saat ini telah mencapai 3,8 juta ton dan diproyeksikan menjadi 3,2 juta ton pada akhir tahun. Dengan adanya panen raya yang diprediksi jauh lebih besar, Bulog memerlukan penyerapan baru saat puncak panen pada Februari-Mei mendatang.
100 Gudang Baru Segera Dibangun
Untuk mengantisipasi lonjakan produksi pangan nasional, Bulog tengah menyiapkan pembangunan 100 gudang baru. Rencana tersebut terdiri dari 50 gudang di lahan milik Bulog yang sudah tersedia dan 50 gudang lainnya di lahan hibah dari pemerintah kabupaten/kota.
"Harapannya bulan Maret nanti sudah jadi dan bisa langsung menampung hasil panen raya," jelas Dirut Ahmad Rizal seperti dilansir dari Kementerian Pertanian RI.
Selain pembangunan gudang baru, Bulog juga menyiapkan skema penyewaan gudang dan memanfaatkan teknologi penyimpanan modern seperti sistem tanpa gudang, plastik khusus, sistem vakum, atau teknologi cocoon.
Satu Komando di Bawah Kementan
Dirut Ahmad Rizal menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden, ke depan Bulog akan berkoordinasi langsung dengan Kementerian Pertanian untuk membenahi tata kelola internal agar lebih solid dan responsif.
"Jadi alurnya jelas, Presiden – Menteri Pertanian – Bulog – Jajaran di lapangan. Sudah seperti TNI sekarang, satu garis komando," tegas Ahmad Rizal dalam Rakernas yang dihadiri seluruh jajaran Bulog tersebut.
Rakernas tahun ini menjadi momentum penting bagi Bulog untuk memperkuat kesiapan menghadapi lonjakan produksi pangan nasional di tahun mendatang.
Sumber: Kementerian Pertanian RI
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB