Dipublish oleh Tim Towa | 07 Desember 2025, 18:22 WIB
Towa News, Bireuen - Presiden Prabowo Subianto menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak untuk memimpin satuan tugas (satgas) percepatan perbaikan jembatan di wilayah terdampak bencana alam di Sumatera. Keputusan ini diambil setelah kepala negara meninjau langsung pembangunan jembatan bailey pascabanjir bandang di Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Minggu (7/12/2025).
Saat peninjauan di Kecamatan Juli, Prabowo menyaksikan proses pemasangan jembatan yang baru mencapai setengah dari target penyelesaian. Kondisi infrastruktur yang rusak parah menjadi prioritas utama penanganan pascabencana.
"Tadi kita lihat semua usaha, kita kerahkan nanti semua jembatan kita perbaiki, mudah-mudahan dalam satu atau dua minggu ya. Karena masalahnya adalah tembus ini, baru kita bisa kerja yang lain," kata Prabowo seperti dilaporkan DetikNews, Minggu (7/12/2025).
Presiden menyebutkan bahwa banjir bandang telah merusak berbagai infrastruktur vital, termasuk bendungan dan lahan pertanian milik warga. Pemerintah berkomitmen membantu proses rehabilitasi seluruh fasilitas yang terdampak.
"Bendungan-bendungan juga banyak yang jebol, tapi kami akan segera memperbaiki. Kemudian, sawah-sawah yang rusak akan kita rehabilitasi," ujarnya dalam laporan DetikNews.
Prabowo juga menegaskan bahwa para petani yang kehilangan lahan tidak perlu khawatir. Negara akan turun tangan membantu pemulihan sawah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam tersebut.
"Sudah dilaporin ke saya, petani-petani nggak usah khawatir, sawahnya rusak, mereka, kita akan bantu memperbaiki," sambungnya.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam penanganan pascabencana. Ia mengapresiasi kinerja berbagai pihak yang telah bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah daerah.
"Saya kira lihat kondisi, kerja semua instansi baik, bahu membahu sama rakyat, sama pemerintah daerah, polisi tentara semua ya, KSAD semua dikerahkan ya," ujarnya.
Penunjukan KSAD Maruli sebagai komandan satgas didasarkan pada kapasitas TNI Angkatan Darat yang memiliki pasukan konstruksi, pembangunan, dan teritorial dalam jumlah besar. Maruli akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan infrastruktur.
"Saya tunjuk nanti KSAD, sebagai satgas percepatan perbaikan jembatan nanti dibantu pemerintah daerah. Karena beliau punya banyak pasukan, konstruksi, pasukan pembangunan, pasukan teritorial jadi segera membantu," kata Prabowo.
Jenderal Maruli Simanjuntak langsung menyatakan kesediaannya menjalankan tugas tersebut dengan menjawab tegas "Siap".
Tak hanya KSAD, Prabowo juga memerintahkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menggerakkan seluruh kekuatan institusinya guna membantu korban bencana. Kedua pejabat tinggi tersebut menyatakan siap melaksanakan arahan presiden.
"Panglima?" tanya Prabowo.
"Siap," jawab Agus.
"Kapolri, kerahkan semua kekuatan," ujar Prabowo.
"Siap," jawab Sigit.
Pengerahan seluruh kekuatan TNI dan Polri diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak bencana serta meringankan beban masyarakat yang menjadi korban. Pemerintah menargetkan perbaikan infrastruktur utama dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB