Dipublish oleh Tim Towa | 15 Desember 2025, 20:28 WIB
Towa News, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemberian penghargaan berupa kenaikan pangkat kepada anggota TNI dan Polri yang terlibat dalam penanganan bencana alam di wilayah Sumatra. Instruksi ini disampaikan kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Arahan tersebut disampaikan saat Presiden memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang dihadiri jajaran menteri dan wakil menteri di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (15/12/2025).
"Saya ingin semua pejabat nilai anak buah yang bekerja keras di lapangan, dan ajukan kepada saya kita beri penghargaan, para kepala staf, Panglima, Kapolri, beri penghargaan apakah dia naik pangkat," kata Prabowo dalam rapat Kabinet, Senin (15/12).
Kepala negara mengapresiasi dedikasi personel TNI-Polri yang bekerja membangun kembali infrastruktur seperti jembatan di medan yang menantang. Beberapa anggota bahkan dilaporkan hanyut saat berupaya menyelamatkan warga.
"Bekerja bikin jembatan di alam yang susah itu membahayakan nyawa, kita sudah lihat beberapa anggota kita hanyut berusaha menyelamatkan rakyat, dia pertaruhkan nyawa, saya minta dikasih penghargaan yang layak," ujar Prabowo.
Penghargaan juga diminta diberikan kepada tenaga kesehatan dan dokter yang bertugas merawat korban bencana. Presiden menyoroti komitmen mereka yang tetap berada di pos pelayanan untuk mengobati korban terdampak.
"Tenaga kesehatan, dokter dokter petugas di lapangan yang tidak meninggalkan posnya itu juga harus dikasih penghargaan," tambah Prabowo.
Data Korban Bencana
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor di tiga provinsi Sumatra mencapai 1.016 orang per Minggu (14/12/2025). Rinciannya, 424 orang di Aceh, 349 orang di Sumatera Utara, dan 243 orang di Sumatera Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, selain korban meninggal, terdapat 212 orang hilang dan 624.670 pengungsi. Jumlah pengungsi mengalami penurunan sebanyak 29.972 orang.
"Meninggal dunia 1.016 jiwa, 212 hilang dan 624.670 pengungsi. Pengungsi berkurang 29.972," kata Abdul Muhari dalam konferensi pers daring seperti dikutip Liputan6.com, Minggu (14/12).
Penurunan jumlah pengungsi terjadi karena sebagian dari mereka, khususnya di Aceh Utara, memilih pindah ke rumah kerabat yang tidak terdampak parah. Meski demikian, mereka masih tercatat sebagai pengungsi karena kebutuhan pangan belum terpenuhi sepenuhnya.
"Pindah ke rumah saudara atau kerabat yang rumahnya tidak parah. Namun, kebutuhan makan belum terpenuhi sehingga masih kami sebut pengungsi," ungkap Muhari.
BNPB melaporkan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) masih berlangsung di 14 sektor yang tersebar di tiga provinsi: lima sektor di Sumatera Utara, lima sektor di Sumatera Barat, dan empat sektor di Aceh.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB