MEMUAT BERITA...

QRIS Lintas Negara Cetak Transaksi Bersih Rp 1,52 Triliun, BI Jajaki Kerja Sama dengan India dan Arab Saudi

Tim Towa - Towa News
Kamis, 23 Juli 2026 10:01 WIB
QRIS Lintas Negara Cetak Transaksi Bersih Rp 1,52 Triliun, BI Jajaki Kerja Sama dengan India dan Arab Saudi
ilustrasi qris ( dok.INTRIK.ID)

Towa News, Jakarta - Bank Indonesia mencatat kinerja positif transaksi QRIS antarnegara sepanjang triwulan II 2026. Transaksi masuk (inbound) dari pengguna asing yang bertransaksi di Indonesia tercatat Rp 1,85 triliun, sementara transaksi keluar (outbound) dari pengguna domestik di luar negeri sekitar Rp 330 miliar. Dengan demikian, tercipta selisih bersih atau net inbound senilai Rp 1,52 triliun.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyampaikan capaian tersebut menunjukkan manfaat nyata sistem pembayaran QRIS lintas negara bagi kemudahan transaksi antarwarga dua negara atau lebih.

"Kondisi ini mencerminkan bahwa QRIS antarnegara memang mempermudah transaksi pembayaran lintas negara," kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta, Rabu (22/7).

Menurut Filianingsih, tingginya angka transaksi inbound mengindikasikan warga negara lain yang berkunjung ke Indonesia banyak memanfaatkan QRIS sebagai alat pembayaran. Kondisi ini dinilai turut mendongkrak perekonomian nasional, khususnya di sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Perluasan Kerja Sama ke India, Arab Saudi, dan Hong Kong

Selain memaparkan capaian transaksi, BI juga mengungkapkan rencana perluasan jangkauan QRIS antarnegara. Saat ini, bank sentral tengah melanjutkan pembicaraan dengan India terkait kerja sama pembayaran lintas batas, serta membuka pembahasan awal yang lebih intensif dengan Arab Saudi dan Hong Kong.

Filianingsih menegaskan realisasi kerja sama tersebut tetap bergantung pada kesiapan masing-masing negara mitra, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, industri, maupun koordinasi otoritas terkait.

"Mudah-mudahan ini bisa segera direalisasikan, karena implementasinya tentu harus memperhatikan kesiapan dari masing-masing negara, baik kesiapan regulasi, infrastruktur, industri, maupun koordinasi dengan otoritasnya," ujar Filianingsih, Rabu (22/7).

Transaksi Digital Tumbuh Signifikan

Di luar kinerja QRIS antarnegara, BI mencatat ekonomi dan keuangan digital nasional pada triwulan II 2026 tetap tumbuh, ditopang sistem pembayaran yang stabil dan andal. Volume transaksi pembayaran digital melalui aplikasi mobile dan internet banking mencapai 16,07 miliar transaksi, tumbuh 36,88 persen secara tahunan.

Rinciannya, transaksi via internet banking tumbuh 16,88 persen, sedangkan mobile banking tumbuh 31,39 persen. Transaksi menggunakan QRIS di dalam negeri sendiri melonjak hingga 100,12 persen secara tahunan, seiring bertambahnya jumlah pengguna dan merchant yang menerima pembayaran QRIS.

Dari sisi infrastruktur pembayaran, transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 1.529 juta transaksi dengan pertumbuhan 38,09 persen dan nilai transaksi Rp 3.777 triliun. Sementara itu, transaksi bernilai besar melalui BI-RTGS tercatat 2,63 juta transaksi, tumbuh 13,03 persen, dengan nominal mencapai Rp 53.492 triliun atau naik 12,66 persen.

Sementara dari sisi pengelolaan uang tunai, jumlah uang kartal yang diedarkan (UYD) pada periode yang sama tumbuh 14,03 persen menjadi Rp 1.315 triliun.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi