Dipublish oleh Tim Towa | 09 Oktober 2025, 11:40 WIB
Towa News, Jakarta - Sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pengguna QRIS di Indonesia kini telah mencapai 50 juta orang, melampaui jumlah pengguna kartu kredit di Tanah Air.
"QRIS terus meningkat, jumlah penggunanya di Indonesia sudah lebih dari 50 juta. Ini sudah lebih tinggi dari pengguna credit card," ujar Airlangga dalam Investor Daily Summit 2025 di Jakarta Convention Center, Kamis (9/10/2025) di kutip dari detik.com.
Penyedia Layanan Pembayaran Mulai Khawatir
Menko Airlangga menyebutkan bahwa pesatnya adopsi QRIS membuat penyedia layanan transaksi pembayaran atau provider payment mulai khawatir dengan kecepatan implementasi sistem pembayaran buatan Indonesia ini.
Keberhasilan QRIS tidak lepas dari kemudahan penggunaannya yang hanya memerlukan pemindaian kode QR untuk melakukan transaksi, tanpa perlu kartu fisik atau perangkat tambahan. Hal ini menjadikan QRIS lebih inklusif dan mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.
Ekspansi QRIS ke Mancanegara
Pemerintah terus mendorong ekspansi QRIS ke berbagai negara melalui kerja sama bilateral. Saat ini, QRIS sudah dapat digunakan di beberapa negara seperti Malaysia, Thailand, Jepang, China, dan Korea Selatan.
"Kita sedang mendorong penggunaan QRIS di Uni Emirat Arab. Kalau ini bisa kita lakukan, maka kita tidak menggunakan currency lain untuk transaksi di luar negeri. Ini sangat membantu menjaga stabilisasi rupiah kita," jelas Airlangga.
Perluasan penggunaan QRIS antarnegara ini sejalan dengan kebijakan Local Currency Transaction (LCT) yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada mata uang asing dalam transaksi perdagangan dan pariwisata.
Dampak Positif bagi Ekonomi Digital
Tingginya adopsi QRIS mencerminkan transformasi digital yang massif di sektor keuangan Indonesia. Sistem pembayaran ini tidak hanya memudahkan transaksi ritel, tetapi juga mendorong inklusi keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan jangkauan yang semakin luas, QRIS diharapkan dapat terus memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui pengurangan penggunaan mata uang asing dalam transaksi internasional.
Sumber: detik.com
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Realisasi APBN 2025 Tunjukkan Kinerja Solid, Defisit Terkendali...
Towa News | 09 Januari 2026, 08.50 WIB
IHSG Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Tembus Level...
Towa News | 08 Januari 2026, 14.05 WIB
Pemerintah Tetapkan Target Penerimaan Pajak Rp 2.693 Triliun...
Towa News | 08 Januari 2026, 09.12 WIB
Mentan Amran Cabut Izin 2.300 Distributor Pupuk yang...
Towa News | 07 Januari 2026, 14.03 WIB
KFC dan Pizza Hut Merger Rp14,7 Triliun, Terus...
Towa News | 02 Januari 2026, 09.55 WIB