Rekor! Stok Beras Nasional Maret 2026 Tembus 3,9 Juta Ton

Dipublish oleh Tim Towa | 13 Maret 2026, 12:52 WIB

Bagikan:
X
Rekor! Stok Beras Nasional Maret 2026 Tembus 3,9 Juta Ton
(Dok.bulog)

Towa News, Jakarta - Perum Bulog mengumumkan capaian bersejarah dalam pengelolaan cadangan pangan nasional. Per pertengahan Maret 2026, stok beras yang dikuasai Bulog resmi menyentuh angka 3,9 juta ton rekor tertinggi yang pernah tercatat pada bulan Maret sejak Indonesia merdeka.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan pencapaian itu dalam konferensi pers di Kompleks Bulog Kantor Wilayah DKI Jakarta, Jumat (13/3/2026). "Kondisi stok beras nasional sampai dengan hari ini sudah mencapai 3,9 juta ton. Ini kondisi tertinggi di bulan Maret sepanjang Indonesia merdeka," kata RizalIa menegaskan kondisi cadangan beras pemerintah saat ini dalam keadaan sangat aman, terutama menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Musim panen raya yang tengah berlangsung di berbagai sentra produksi beras menjadi pendorong utama lonjakan stok tersebut. Bulog mencatat dalam rentang empat hari saja antara 9 hingga 13 Maret 2026  stok nasional meningkat sekitar 160.000 ton berkat percepatan serapan gabah langsung dari petani.
 

Baca Juga: Stok Beras Nasional Capai 27,99 Juta Ton, Aman untuk 324 Hari ke Depan

 

Proyeksi Akhir Bulan Tembus 4,3 Juta Ton

Tren kenaikan stok diprediksi belum akan berhenti dalam waktu dekat. Bulog memperkirakan cadangan beras pemerintah pada akhir Maret 2026 dapat mencapai kisaran 4,2 hingga 4,3 juta ton, seiring berlanjutnya panen raya di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Dalam skala yang lebih luas, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut total ketersediaan beras nasional per Maret 2026 mencapai hampir 28 juta ton jika digabungkan dengan stok masyarakat dan standing crop atau padi yang siap dipanen. Angka itu setara dengan kebutuhan pangan nasional selama lebih dari 300 hari ke depan.

Dengan target serapan beras sebesar 4 juta ton sepanjang tahun 2026, Bulog optimistis cadangan beras pemerintah pada akhir Desember mampu melampaui angka 5 juta ton — sebuah capaian yang akan semakin memperkokoh fondasi ketahanan pangan Indonesia dalam jangka panjang.

TNI dan Polri Turun Tangan Jaga Distribusi

Ketersediaan stok yang melimpah tidak serta-merta menjamin harga di pasaran tetap terjangkau tanpa intervensi aktif. Pemerintah bersama Bulog pun menggelar program Gerakan Pangan Murah secara serentak di seluruh provinsi, melibatkan TNI, Polri, dan sejumlah kementerian teknis.

Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo memastikan institusinya aktif membantu kelancaran distribusi. Lewat jaringan Polri yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, pihaknya berkoordinasi dengan Bulog untuk menyalurkan puluhan ribu ton beras dan minyak goreng setiap bulan langsung ke tangan masyarakat.

Badan Pangan Nasional turut mengawal stabilitas harga melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan. Jutaan kilogram beras bersubsidi telah disalurkan ke berbagai kanal distribusi, mulai dari instansi pemerintah hingga jaringan Rumah Pangan Kita yang tersebar di tingkat kelurahan.
 

Baca Juga: Produksi Beras Januari 2026 Tumbuh 38,56 Persen, Capai 1,75 Juta Ton

Dari Kediri Hingga Arab Saudi

Di tingkat daerah, kondisi pangan dilaporkan aman dan terkendali. Bulog Kantor Cabang Kediri, misalnya, mencatat stok beras lokalnya mampu memenuhi kebutuhan wilayah setempat hingga hampir dua tahun ke depan. Bulog juga memastikan pintu serapan gabah tetap terbuka lebar bagi seluruh petani dengan harga pembelian pemerintah yang berlaku.

Yang menarik, kelebihan produksi beras kini bahkan mulai merambah pasar luar negeri. Pada awal Maret 2026, Indonesia melepas ribuan ton beras ke Arab Saudi guna memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji asal Indonesia sebuah langkah yang mencerminkan kepercayaan diri pemerintah atas kecukupan pangan dalam negeri.

Pemerintah dan Bulog serempak mengimbau masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok secara wajar menjelang Lebaran. Dengan cadangan beras yang jauh melampaui kebutuhan nasional, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk melakukan pembelian panik atau menimbun bahan pangan.

Sumber: detikNews, Antara News, Liputan6, Media Indonesia, Sawit Indonesia, Monitor Indonesia

 

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video