Dipublish oleh Tim Towa | 06 Januari 2026, 15:39 WIB
Towa News, Jakarta - Serial anime legendaris Doraemon dipastikan tidak lagi tayang di RCTI mulai awal 2026. Penayangan yang telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade ini berakhir tanpa pengumuman resmi dari stasiun televisi.
Berdasarkan pantauan jadwal resmi di platform RCTI+, nama Doraemon mulai menghilang dari daftar program sejak minggu terakhir Desember 2025. Terhitung sejak 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, serial anime yang mengisahkan petualangan robot kucing dari abad ke-22 ini tidak terlihat dalam jadwal tayang.
Kabar berhentinya penayangan Doraemon ramai dibicarakan di media sosial. Akun X @IndoPopBase menulis, "Doraemon officially ends its run on RCTI after nearly four decades." Unggahan tersebut mendapat respons luas dari warganet yang bernostalgia dengan serial yang menjadi tontonan wajib akhir pekan lintas generasi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak RCTI maupun pemegang lisensi mengenai status penayangan Doraemon, apakah berhenti sepenuhnya atau hanya dihentikan sementara.
Sejarah Panjang di Indonesia
Doraemon pertama kali dikenal luas oleh penonton Indonesia pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an. Serial yang diadaptasi dari manga karya Fujiko F. Fujio ini kemudian menjadi salah satu program unggulan RCTI, terutama di slot tayang anak dan keluarga pada akhir pekan.
Selama puluhan tahun, Doraemon nyaris tidak pernah absen dari layar RCTI. Serial ini mengisahkan petualangan Doraemon bersama Nobita Nobi dan teman-temannya, dengan berbagai alat ajaib dari masa depan yang menyampaikan pesan moral tentang persahabatan, tanggung jawab, dan empati.
Tak hanya serial televisi, Doraemon juga hadir dalam versi film layar lebar yang sebagian besar mendapat sambutan positif dan sukses secara komersial di Indonesia.
Kemungkinan Pindah Platform
Meski tidak lagi tayang di RCTI, sejumlah pengisi suara bahasa Indonesia mengonfirmasi bahwa proses penyulihan suara (dubbing) untuk episode-episode terbaru masih berlangsung. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa Doraemon kemungkinan akan pindah ke stasiun televisi lain atau platform streaming digital.
Berakhirnya penayangan Doraemon di RCTI dipandang sebagai penanda pergeseran era konsumsi konten, dari dominasi televisi konvensional ke platform digital. Serial dan film Doraemon saat ini masih dapat diakses melalui berbagai layanan streaming, menyesuaikan perubahan kebiasaan menonton masyarakat.
Doraemon masuk ke Indonesia pada awal 1990-an melalui lisensi ADK Indonesia (dahulu PT Perdana IMMG Indonesia) dan Animation International Indonesia. Sejak saat itu, kisah Nobita dan kawan-kawannya menjadi bagian dari masa kecil jutaan anak Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Meta Siapkan Uji Coba Layanan Berlangganan Premium untuk...
Towa News | 27 Januari 2026, 16.18 WIB
Timothy Ronald Diduga Jual Ilusi Kekayaan lewat Edukasi...
Towa News | 06 Januari 2026, 08.20 WIB
Telkomsat Luncurkan Satelit Merah Putih 2 untuk Perkuat...
Towa News | 26 Desember 2025, 11.25 WIB
AS Tunda Pengenaan Tarif Tambahan Chip China hingga...
Towa News | 24 Desember 2025, 11.12 WIB
Malware Cellik Mengintai Pengguna Android, Bisa Bersembunyi di...
Towa News | 23 Desember 2025, 11.58 WIB