Dipublish oleh Tim Towa | 25 Februari 2026, 11:47 WIB
Towa News, Bandung - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Geoinformatika (PRGI) menggelar diskusi ilmiah mengenai pemanfaatan teknologi citra satelit dan geoinformatika untuk mendukung pengelolaan pertanahan perkotaan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring pada Kamis (26/2/2026) dalam forum BRIGHTS (BRIN talks about Geoinformatics' Hot TopicS) 2026 Seri #1.
Forum tersebut juga menjadi ajang pengenalan platform Geoinformatika Multi Input Multi Output (GeoMIMO), sebuah sistem analisis geospasial yang dikembangkan BRIN untuk merespons kebutuhan pemantauan wilayah perkotaan secara real-time.
Kepala PRGI BRIN, Prof. Rokhis Komarudin, menyebut bahwa teknologi citra satelit kini telah melampaui fungsinya sebagai alat pemetaan konvensional. Menurutnya, perkembangan komputasi awan, kecerdasan buatan, serta integrasi multi-sensor mendorong transformasi besar dalam analisis spasial.
"Di masa mendatang, potensi riset akan semakin mengarah pada integrasi data global dan interoperabilitas platform analisis geospasial lintas negara. Dalam hal ini, PRGI BRIN telah mengambil peran strategis melalui berbagai kerja sama internasional terkait data sharing citra satelit maupun pengembangan produk analisis berbasis geoinformatika," kata Rokhis melalui siaran pers BRIN, Selasa (25/2/2026).
Rokhis menegaskan bahwa PRGI memiliki visi untuk melihat dunia sebagaimana adanya, sehingga hasil riset yang dikembangkan tak hanya relevan di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di kancah global.
"Dengan komitmen tersebut, PRGI berupaya menjadi entitas terdepan di BRIN dalam mendorong pemanfaatan citra satelit berbasis global untuk menghasilkan solusi geospasial yang inovatif, adaptif, dan berdampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan," tegasnya.
Sementara itu, Peneliti Ahli Utama Sistem Informasi Spasial PRGI BRIN, Prof. Fahmi Amhar, menekankan bahwa keunggulan utama citra satelit terletak pada sifat datanya yang objektif, konsisten, dan mencakup wilayah luas tanpa harus bergantung pada akses langsung ke lapangan.
"Citra satelit dapat merekam perubahan spasial secara historis," ujar Fahmi,melalui siaran pers BRIN, Selasa (25/2/2026).
Fahmi menjelaskan bahwa teknologi ini memiliki kontribusi nyata dalam sejumlah bidang kritis, mulai dari inventarisasi lahan, deteksi perubahan tutupan lahan, penilaian dampak bencana, hingga penyusunan kebijakan dan perencanaan tata ruang. Ia berharap pemanfaatan data citra satelit dapat mendorong terbentuknya integrasi yang solid antara tata ruang, manajemen bencana, dan pengelolaan pertanahan di kawasan perkotaan.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Indonesia Duduki Peringkat Kedua Negara Paling Rentan Penipuan...
Towa News | 17 Februari 2026, 19.36 WIB
Meta Siapkan Uji Coba Layanan Berlangganan Premium untuk...
Towa News | 27 Januari 2026, 16.18 WIB
Setelah 35 Tahun, Doraemon Tidak Lagi Tayang di...
Towa News | 06 Januari 2026, 15.39 WIB
Timothy Ronald Diduga Jual Ilusi Kekayaan lewat Edukasi...
Towa News | 06 Januari 2026, 08.20 WIB
Telkomsat Luncurkan Satelit Merah Putih 2 untuk Perkuat...
Towa News | 26 Desember 2025, 11.25 WIB