Indonesia Gandeng Rusia Bangun Basis Peluncuran Roket, Jadi Pertama di ASEAN

Dipublish oleh Tim Towa | 16 April 2026, 15:20 WIB

Bagikan:
X
Indonesia Gandeng Rusia Bangun Basis Peluncuran Roket, Jadi Pertama di ASEAN
ilustarsi peluncuran roket atau spaceport di Pulau Biak (dok.towa)

Towa News, Jakarta - Indonesia memperkuat kerja sama dengan Rusia di bidang teknologi antariksa, termasuk rencana pembangunan fasilitas peluncuran roket atau spaceport di Pulau Biak, Papua. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional menuju kemandirian di sektor antariksa.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Profesor Arif Satria, mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri forum Cosmonautics Day di Rusia. Ia menyebut kerja sama dengan Moskow merupakan prioritas strategis Indonesia dalam pengembangan ekosistem antariksa nasional.

"Tujuan utama kunjungan kami adalah untuk mempromosikan kegiatan antariksa Indonesia dan memperkuat kerja sama dengan Rusia, khususnya dalam pengembangan sektor antariksa," kata Arif Satria seperti dikutip dari Russia Today, Senin (13/4/2026).

Arif menjelaskan bahwa Pulau Biak di Papua dipilih sebagai lokasi pembangunan spaceport nasional karena posisi geografisnya yang strategis. Fasilitas ini disebut sebagai wujud nyata komitmen Indonesia dalam membangun ekosistem antariksa yang mandiri.

"Kami sedang mempersiapkan pembangunan spaceport di Indonesia, khususnya di Pulau Biak di Papua. Ini sangat penting untuk menunjukkan komitmen kami dalam mengembangkan ekosistem antariksa, termasuk ekonomi antariksa," ujarnya dalam laporan Russia Today.

Dalam kunjungan tersebut, Arif melakukan sejumlah pertemuan bilateral, termasuk dengan Direktur Jenderal Roscosmos Dmitry Bakanov, untuk membahas skema kerja sama antara BRIN dan badan antariksa Rusia itu. Pembahasan teknis terkait persiapan fasilitas peluncuran di Biak juga dilakukan bersama Glavkosmos.

"Pengembangan dan pengoperasian kosmodrom berbasis peluncuran Rusia di Indonesia menjadi salah satu fokus utama kerja sama kami," jelas Arif seperti dikutip dari Russia Today.

Selain pembangunan infrastruktur peluncuran, Indonesia juga tengah menyiapkan generasi baru satelit domestik. Satelit tersebut dirancang untuk mendukung pemantauan lingkungan, ketahanan pangan, dan mitigasi bencana.

"Pada akhir 2026, kami berencana meluncurkan mikrosatelit baru dengan resolusi dan kemampuan yang lebih baik," terang Arif dalam laporan Russia Today.

Indonesia menargetkan posisi sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki fasilitas spaceport sendiri. Dengan dukungan teknologi dan pengalaman Rusia, kemandirian peluncuran satelit secara domestik dinilai dapat terwujud dalam waktu dekat.

"Di masa lalu, kita fokus pada sumber daya darat dan maritim. Kini, antariksa menjadi frontier baru untuk pertumbuhan ekonomi," kata Arif seperti dikutip dari Russia Today, Senin (13/4/2026).

Ia menegaskan bahwa pembangunan spaceport di Biak akan menjadi tonggak penting dalam sejarah pengembangan antariksa Indonesia. "Indonesia berupaya mengembangkan kemandirian di sektor antariksa," pungkasnya.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video