Setelah 6 Bulan Berjalan, Siswa Sekolah Rakyat Alami Peningkatan Kesehatan dan Prestasi

Dipublish oleh Tim Towa | 12 Januari 2026, 12:37 WIB

Bagikan:
X
Setelah 6 Bulan Berjalan, Siswa Sekolah Rakyat Alami Peningkatan Kesehatan dan Prestasi
(Dok.Sekertariat Presiden)

Towa News, Banjarbaru - Menteri Sosial Saifullah Yusuf memaparkan sejumlah perkembangan positif yang dialami siswa Sekolah Rakyat setelah program berjalan selama enam bulan. Peningkatan tersebut mencakup aspek kesehatan fisik, kondisi mental, hingga capaian akademik.

Dalam acara peresmian 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1/2026), Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan bahwa perubahan paling mendasar terlihat dari kondisi kesehatan para siswa.

"6 bulan berjalan perubahan pertama yang kami lihat adalah pada kesehatan anak-anak, berat dan tinggi badan mereka meningkat, kebugaran membaik dan anemia menurun. Bahkan tidak sedikit seragam sekolah yang sudah tidak lagi muat dalam waktu 3 bulan," ujar Gus Ipul seperti dilaporkan DetikNews.

Dia menambahkan bahwa meski terkesan sederhana, peningkatan kesehatan ini sangat fundamental sebagaimana arahan Presiden bahwa anak yang sehat memiliki peluang lebih baik dalam belajar.

Disiplin dan Kemandirian Meningkat

Selain kesehatan fisik, Gus Ipul juga mencatat adanya perubahan pada aspek mental dan perilaku siswa. Anak-anak yang mengikuti program Sekolah Rakyat menunjukkan peningkatan kedisiplinan, lebih santun dalam bersikap, tidak mudah mengantuk saat pembelajaran, serta semakin mandiri.

"Bahkan banyak di antara mereka meraih prestasi membanggakan. Di sini kami belajar satu hal, ketika anak-anak mendapat rasa aman dan diperhatikan, mereka tumbuh," kata Mensos seperti dikutip dari DetikNews, Senin (12/1).

Kemampuan Membaca Meningkat Signifikan

Pada aspek akademik, Gus Ipul menyoroti kemajuan yang dialami siswa yang sebelumnya mengalami kesulitan membaca. Ia menyebut contoh seorang siswa bernama Nazril yang kini sudah lancar membaca dan lebih percaya diri menghadapi masa depan.

"Tadi ananda Nazril kini lebih lancar membaca dan lebih optimis menghadapi masa depannya. Nazril ini salah satu contoh dari sekian siswa Sekolah Rakyat yang meskipun udah masuk di usia kelas 1 SMA, tidak bisa membaca. Tapi dengan ketekunan para guru, bimbingan para guru, Nazril menjadi salah satu siswa yang berprestasi," tutur Gus Ipul seperti dilansir DetikNews.

Program Sekolah Rakyat yang diresmikan di 34 provinsi ini mendapat dukungan dari Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PT Pos Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video