Dipublish oleh Tim Towa | 29 November 2025, 12:15 WIB
Towa News, Kota Padang - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanah Sirah mengubah penyaluran program makan bergizi gratis (MBG) untuk membantu penyintas banjir di Kota Padang, Sumatera Barat. Langkah ini diambil setelah aktivitas pembelajaran di sekolah-sekolah dihentikan sementara akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
Kepala SPPG Tanah Sirah Agung Sajdah menyatakan bahwa pengalihan distribusi MBG telah dimulai sejak 27 hingga 28 November 2025. Keputusan tersebut diambil berdasarkan instruksi Wali Kota Padang dan koordinator SPPG setempat, menyusul diliburkannya siswa SD dan SMP mulai Kamis pekan lalu.
"Sejak Kamis (27/11) hingga Jumat (28/11) kami sudah mengalihkan MBG kepada para korban banjir di Kota Padang," kata Agung Sajdah seperti dikutip dari Antara, Sabtu (29/11).
Pada hari pertama, SPPG Tanah Sirah mendistribusikan 1.200 porsi makanan basah ke Puskesmas Ikua Koto di Kecamatan Koto Tangah. Keesokan harinya, penyaluran dilakukan ke posko bencana Lubuk Minturun dengan menyiapkan masing-masing 1.500 porsi makanan kering dan basah.
Agung menjelaskan bahwa pada Sabtu (29/11), operasional penyaluran MBG dihentikan sementara. Rencana distribusi berikutnya dijadwalkan pada Senin, 1 Desember 2025, dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
"Hari ini kita tidak beroperasi tetapi Jumat (28/11) porsi MBG bagi pengungsi kita dobelkan," ujarnya seperti dilansir Antara.
Jika siswa SMK sudah masuk dan menjalankan ujian pada Senin mendatang, fokus penyaluran akan kembali kepada pelajar, terutama untuk menu makanan kering. Namun apabila siswa SD dan SMP masih diliburkan, distribusi akan tetap dialihkan kepada korban banjir.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Yopi Krislova mengonfirmasi bahwa peliburan siswa SD dan SMP diberlakukan karena dampak bencana hidrometeorologi yang menimpa beberapa kecamatan di wilayah tersebut.
"Betul, dan surat edarannya," kata Yopi seperti dikutip dari Antara.
Menurut data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, potensi cuaca ekstrem di Sumatera Barat diperkirakan masih berlangsung hingga 29 November 2025. Peringatan cuaca buruk ini berkaitan dengan keberadaan bibit Siklon Tropis 95B yang terdeteksi sejak 21 November 2025 di Selat Malaka, tepatnya di sebelah timur perairan Aceh.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB