Dipublish oleh Tim Towa | 01 Maret 2026, 19:34 WIB
Towa News, Takalar - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Kompetensi dalam rangka Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk mewujudkan wisata yang aman dan berkelanjutan di Gedung Islamic Center Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu (1/3).
Peserta berasal dari kalangan pelaku industri pariwisata, komunitas promosi digital, kelompok UMKM pendukung event daerah, serta perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Takalar. Kegiatan mencakup pelatihan kompetensi, simulasi penanganan darurat, diskusi interaktif berbasis studi kasus, hingga penyusunan rencana tindak lanjut.
Perwakilan Kementerian Pariwisata, Kemal Akbar Khalikal Isbah, menegaskan bahwa penerapan standar K3 merupakan faktor krusial dalam membangun kepercayaan wisatawan. "Melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, para peserta diharapkan mampu memahami standar, prosedur, serta praktik terbaik dalam implementasi K3, mulai dari identifikasi potensi bahaya, penyusunan SOP keselamatan, hingga penanganan situasi darurat di destinasi wisata," ujarnya dalam sambutan yang disampaikan pada kegiatan tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar, Darwis, menyebut bahwa jaminan keselamatan adalah pondasi utama pariwisata yang berkelanjutan. "Tanpa jaminan keamanan, kepercayaan wisatawan dan citra destinasi dapat menurun. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, pengelola destinasi, dan masyarakat dalam membangun budaya sadar K3," tegasnya.
Senada dengan itu, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi NasDem, Ahmad Daeng Se're, menyatakan bahwa pelatihan berbasis kompetensi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata. "Kompetensi yang terukur diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan, meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat, serta menciptakan rasa aman bagi wisatawan maupun pelaku usaha," katanya.
Kabupaten Takalar dikenal memiliki potensi wisata alam, bahari, dan budaya yang signifikan. Namun, tingginya mobilitas pengunjung dan interaksi langsung dengan lingkungan alam menuntut penerapan sistem K3 yang terencana. Kegiatan ini dirancang untuk menghasilkan dokumen rencana tindak lanjut, penyempurnaan SOP keselamatan wisata, serta pemetaan potensi risiko beserta strategi mitigasinya.
Kementerian Pariwisata berharap model pelatihan ini dapat direplikasi di destinasi wisata lain di Indonesia sebagai bagian dari komitmen nasional membangun pariwisata yang aman, profesional, dan berdaya saing tinggi.(red)
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Prabowo Ratifikasi ILO 188, Menteri P2MI: Perlindungan Nyata...
Towa News | 01 Mei 2026, 17.07 WIB
Prabowo Tetapkan Potongan Aplikator Ojol di Bawah 10...
Towa News | 01 Mei 2026, 17.02 WIB
Prabowo Teken Keppres Satgas Mitigasi PHK di Hari...
Towa News | 01 Mei 2026, 16.58 WIB
Ribuan Buruh Padati Monas di Hari Buruh 2026,...
Towa News | 01 Mei 2026, 16.54 WIB
Prabowo Kumpulkan 1.500 Dansat TNI di Unhan Bogor,...
Towa News | 30 April 2026, 22.03 WIB