Dipublish oleh Tim Towa | 30 Oktober 2025, 11:29 WIB
Towa News, Busan - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan bilateral di Busan, Korea Selatan, Kamis (30/10/2025) pagi. Pertemuan ini dinilai krusial untuk meredakan ketegangan perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia yang terus memanas dalam beberapa bulan terakhir.
Pertemuan tersebut menjadi puncak dari kunjungan kerja Trump di kawasan Asia yang dimulai sejak akhir pekan lalu. Trump meninggalkan Washington pada Jumat (24/10) malam untuk mengunjungi Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan guna membahas kesepakatan dagang dan isu-isu strategis lainnya.
"Kita akan mengadakan pertemuan yang sangat sukses, saya yakin. Tapi dia negosiator yang sangat tangguh," ujar Trump sambil berjabat tangan dengan Xi, seperti dilansir Reuters.
Trump mengakui pertemuan ini akan menjadi salah satu negosiasi tersulitnya. Namun ia menyatakan optimisme dapat mencapai kesepakatan baru dengan Xi untuk mengakhiri saling balas tarif dan pembatasan perdagangan yang telah diberlakukan kedua negara.
China Ingin Tetap Jadi Mitra AS
Menanggapi pernyataan Trump, Xi Jinping menegaskan bahwa gesekan antara dua ekonomi raksasa dunia merupakan hal yang wajar. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana Beijing dan Washington dapat berupaya maksimal untuk menjadi mitra dan sahabat meskipun tidak selalu sependapat.
"Saya bersedia terus bekerja sama dengan Presiden Trump untuk membangun fondasi yang kokoh bagi hubungan Tiongkok-AS," kata Xi.
Eskalasi Perang Dagang
Pertemuan ini muncul di tengah eskalasi perang dagang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Kedua negara saling membalas dengan menaikkan tarif, memberlakukan pembatasan ekspor, dan menjatuhkan sanksi yang menghantam berbagai sektor, mulai dari barang berteknologi tinggi hingga logam tanah jarang.
Aksi saling balas terbaru terjadi ketika China dan AS saling mengenakan tarif khusus untuk kapal-kapal asing yang masuk ke pelabuhan mereka masing-masing.
Dengan pertemuan ini, muncul harapan tinggi bahwa kedua negara dapat menstabilkan hubungan bilateral mereka dan menurunkan tensi perdagangan yang berdampak pada perekonomian global.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam...
Towa News | 01 Maret 2026, 11.38 WIB
Bandara Dubai Tutup Total Akibat Serangan Rudal Iran,...
Towa News | 01 Maret 2026, 10.30 WIB
Sekjen PBB Kutuk Eskalasi Militer di Timur Tengah...
Towa News | 01 Maret 2026, 01.24 WIB
Menhan Iran dan Komandan IRGC Dilaporkan Tewas dalam...
Towa News | 01 Maret 2026, 00.15 WIB
Yordania Siap Dukung Pengiriman Pasukan Indonesia ke Gaza
Towa News | 26 Februari 2026, 11.25 WIB