Dipublish oleh Tim Towa | 15 Januari 2026, 12:55 WIB
Towa News, Jakarta - Pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan penghentian sementara pemrosesan visa imigran dari 75 negara di seluruh dunia. Kebijakan ini menyasar warga asing yang dinilai berpotensi membebani sistem kesejahteraan sosial Amerika Serikat.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott menyatakan langkah ini bertujuan mengakhiri apa yang disebutnya sebagai penyalahgunaan sistem imigrasi.
"Pemerintahan Trump mengakhiri penyalahgunaan sistem imigrasi Amerika oleh mereka yang ingin mengambil kesejahteraan dari rakyat Amerika," ungkap Pigott seperti dilansir AFP, Kamis (15/1/2026).
Pigott menjelaskan, pemrosesan visa imigran dari 75 negara akan ditangguhkan sementara pihaknya mengevaluasi ulang prosedur imigrasi. Tujuannya mencegah masuknya warga negara asing yang akan memanfaatkan bantuan kesejahteraan dan tunjangan publik.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengumumkan melalui media sosial X bahwa negara-negara terdampak meliputi Somalia, Rusia, dan Iran. Seorang pejabat AS menambahkan, daftar tersebut juga mencakup Brasil, Mesir, dan Thailand yang merupakan tetangga dekat Indonesia.
Berdasarkan keterangan pejabat AS yang dilansir Reuters, Kamis (15/1/2026), negara-negara lain yang terkena dampak antara lain Afghanistan, Albania, Aljazair, Bangladesh, Myanmar, Kamboja, Kolombia, Guatemala, Haiti, Irak, Yordania, Kazakhstan, Laos, Lebanon, Libya, Maroko, Nepal, Nigeria, Pakistan, Senegal, Sudan, Suriah, Tanzania, Tunisia, Uganda, Uruguay, Uzbekistan, dan Yaman.
Kebijakan ini mulai berlaku pada 21 Januari tanpa batas waktu yang jelas. Penangguhan hanya menyasar visa imigran dan tidak mempengaruhi visa turis, bisnis, atau jenis visa lainnya, termasuk bagi penggemar sepak bola yang hendak menghadiri Piala Dunia tahun ini.
Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan telah mencabut lebih dari 100.000 visa sejak Trump dilantik kembali, mencatat rekor dalam kurun waktu satu tahun. Pemerintahan Trump juga telah mendeportasi lebih dari 605.000 orang, sementara 2,5 juta lainnya meninggalkan AS secara sukarela.
Trump di masa lalu pernah menyuarakan keinginannya mengurangi imigrasi dari negara-negara di luar Eropa. Ia sempat menggambarkan warga Somalia dengan bahasa keras dan menyatakan keterbukaan terhadap kedatangan warga Skandinavia ke Amerika Serikat.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam...
Towa News | 01 Maret 2026, 11.38 WIB
Bandara Dubai Tutup Total Akibat Serangan Rudal Iran,...
Towa News | 01 Maret 2026, 10.30 WIB
Sekjen PBB Kutuk Eskalasi Militer di Timur Tengah...
Towa News | 01 Maret 2026, 01.24 WIB
Menhan Iran dan Komandan IRGC Dilaporkan Tewas dalam...
Towa News | 01 Maret 2026, 00.15 WIB
Yordania Siap Dukung Pengiriman Pasukan Indonesia ke Gaza
Towa News | 26 Februari 2026, 11.25 WIB