Trump Klaim Venezuela Serahkan 30-50 Juta Barel Minyak Pasca-Penangkapan Maduro

Dipublish oleh Tim Towa | 07 Januari 2026, 10:45 WIB

Bagikan:
X
Trump Klaim Venezuela Serahkan 30-50 Juta Barel Minyak Pasca-Penangkapan Maduro
Presiden Amerika Serikat Donald Trum (Foto: Rebecca Noble/Getty Images)

Towa News, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintah sementara Venezuela akan menyerahkan 30 hingga 50 juta barel minyak kepada AS menyusul operasi militer yang menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada Selasa (6/1) malam waktu setempat.

"Pemerintah sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 dan 50 juta barel minyak berkualitas tinggi yang dikenai sanksi, kepada Amerika Serikat," tulis Trump seperti dilansir AFP, Rabu (7/1/2026).

Trump menyatakan minyak tersebut akan dijual sesuai harga pasar internasional. Hasil penjualannya akan berada di bawah kendali pemerintahan AS.

"Minyak ini akan dijual dengan harga pasarnya, dan uang itu akan dikendalikan oleh saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan uang itu digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat," katanya seperti dikutip dari DetikNews.

Presiden AS itu juga telah menginstruksikan Menteri Energi Chris Wright untuk segera menjalankan rencana tersebut. Minyak akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan menuju dermaga bongkar muat di Amerika Serikat.

Pejabat senior pemerintahan AS menyebutkan minyak mentah tersebut sudah diproduksi dan dikemas dalam barel. Sebagian besar minyak saat ini berada di atas kapal dan akan dikirim ke fasilitas AS di kawasan Teluk untuk dimurnikan, menurut laporan CNN International.

Meski jumlah 50 juta barel terdengar besar, angka tersebut relatif kecil dibandingkan konsumsi harian AS yang mencapai 20 juta barel per hari pada bulan lalu. Jumlah tersebut diprediksi hanya sedikit menurunkan harga minyak tanpa dampak signifikan terhadap harga bahan bakar.

Harga minyak AS tercatat turun 2 persen menjadi 56 dolar AS per barel sesaat setelah Trump membuat pengumuman di Truth Social.

Pengumuman ini muncul setelah AS melancarkan operasi militer ke Caracas dan menangkap Maduro beserta istrinya pada 3 Januari lalu. Trump menyebut operasi penangkapan tersebut dilakukan secara taktis dan brilian dengan mengerahkan banyak pasukan Amerika.

"Kami mengerahkan banyak pasukan di lapangan, tetapi itu luar biasa. Secara taktis, itu brilian," kata Trump dalam pertemuan Partai Republik di Washington, Selasa waktu setempat, seperti dilansir CNN International.

Maduro ditangkap atas tuduhan terkait kartel narkoba. Operasi ini merupakan bagian dari kebijakan luar negeri Trump terhadap Venezuela yang telah berlangsung sejak periode kepresidenannya sebelumnya.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video