Dipublish oleh Tim Towa | 13 November 2025, 11:32 WIB
Towa News, Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengakhiri penutupan pemerintah (shutdown) yang telah berlangsung selama 43 hari dengan menandatangani rancangan undang-undang anggaran. Penandatanganan dilakukan di Ruang Oval Gedung Putih pada Rabu malam (12/11) waktu setempat.
Sebelum membubuhkan tanda tangan, Trump mengeluarkan pernyataan keras yang menyasar Partai Demokrat. "Hari ini, kita memberikan pesan yang jelas bahwa kita tidak akan pernah menyerah pada pemerasan," ujar Trump seperti dilansir AFP, Kamis (13/11/2025). Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan dari anggota parlemen Partai Republik yang hadir.
Shutdown kali ini tercatat sebagai penutupan pemerintah terpanjang dalam sejarah AS. Kebuntuan politik di parlemen menyebabkan ratusan ribu pekerja federal tidak menerima gaji selama periode tersebut.
Kongres AS pada Rabu (12/11) telah menyepakati RUU anggaran setelah melalui voting di DPR dan Senat. Dewan Perwakilan Rakyat yang dikuasai Partai Republik memberikan dukungan mayoritas untuk RUU tersebut, menyusul persetujuan sebelumnya dari Senat.
Ketua DPR Mike Johnson dalam pidatonya menuduh Partai Demokrat sebagai biang keladi kebuntuan. "Mereka mengetahui hal itu akan menyakitkan, dan mereka tetap melakukannya," kata Johnson seperti dikutip dari DetikNews. Ia menambahkan, "Seluruh tindakan itu sia-sia. Itu salah dan kejam."
Namun banyak anggota Partai Demokrat justru mengecam keputusan pimpinan partai mereka yang dianggap menyerah dalam negosiasi.
RUU yang ditandatangani mengalokasikan dana untuk berbagai keperluan pemerintah. Dana tersebut mencakup pembangunan militer, urusan veteran, Departemen Pertanian, dan Kongres hingga musim gugur mendatang. Sementara pendanaan untuk keseluruhan pemerintahan akan berlaku sampai akhir Januari mendatang.
Sekitar 670.000 pegawai negeri sipil yang dirumahkan akan kembali bertugas. Jumlah yang sama dari pegawai yang tetap bekerja tanpa gaji, termasuk lebih dari 60.000 petugas Kendali Lalu Lintas Udara dan staf keamanan bandara, akan menerima gaji tertunggak mereka.
RUU ini juga mengembalikan status pegawai federal yang dipecat Trump selama masa shutdown. Operasional perjalanan udara di berbagai wilayah AS yang sempat terganggu diperkirakan akan berangsur pulih normal.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
KBRI Paramaribo Gelar Workshop Kolaborasi Tari dan Musik...
Towa News | 09 Januari 2026, 10.19 WIB
Presiden Interim Venezuela Tegaskan Tak Akan Tunduk pada...
Towa News | 09 Januari 2026, 09.07 WIB
Buronan Penipuan Kripto Internasional Chen Zhi Ditangkap, Sita...
Towa News | 08 Januari 2026, 13.27 WIB
Trump Tarik AS dari 66 Organisasi Internasional, Termasuk...
Towa News | 08 Januari 2026, 09.46 WIB
Trump Klaim Venezuela Serahkan 30-50 Juta Barel Minyak...
Towa News | 07 Januari 2026, 10.45 WIB