Dipublish oleh Tim Towa | 13 Januari 2026, 09:53 WIB
Towa News, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pemberlakuan tarif 25 persen untuk setiap negara yang menjalin hubungan bisnis dengan Iran. Kebijakan ini dinyatakan berlaku segera dan bersifat mengikat.
"Berlaku segera, negara mana pun yang berbisnis dengan Republik Islam Iran akan membayar tarif 25% untuk semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat. Perintah ini bersifat final dan mengikat," ungkap Trump melalui akun Truth Social-nya seperti dilansir AFP, Selasa (13/1/2026).
Berdasarkan data Trading Economics, mitra dagang utama Iran saat ini meliputi China, Turki, Uni Emirat Arab, dan Irak. Keempat negara tersebut berpotensi terdampak langsung dari kebijakan tarif yang baru diumumkan Trump.
Pengumuman tarif ini muncul di tengah pertimbangan Washington untuk melakukan tindakan militer terhadap Iran menyusul meningkatnya korban jiwa dalam aksi protes anti-pemerintah di negara tersebut.
"Serangan udara akan menjadi salah satu dari sekian banyak opsi yang ada," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt seperti dikutip dari DetikNews.
Meski demikian, Leavitt menyebut jalur diplomasi masih terbuka. Iran disebut dapat berkomunikasi dengan utusan khusus Trump, Steve Witkoff. Leavitt menambahkan bahwa Iran menunjukkan "nada yang jauh berbeda" dalam komunikasi pribadi dibandingkan pernyataan publiknya.
Sebelumnya, Trump telah memperingatkan Iran agar tidak menembak para demonstran yang turun ke jalan dalam gelombang protes besar-besaran. Menanggapi ancaman AS, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa militer Amerika dan Israel akan menjadi "sasaran yang sah" jika Washington melancarkan serangan terhadap Republik Islam Iran.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
AS Buka Jalur Diplomasi dengan Iran di Tengah...
Towa News | 02 Februari 2026, 11.22 WIB
Sekretaris Kabinet dan Wagub Jatim Bahas Percepatan Infrastruktur...
Towa News | 29 Januari 2026, 15.02 WIB
KBRI Tokyo dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja...
Towa News | 28 Januari 2026, 14.01 WIB
Jenderal Senior China Dipecat Xi Jinping, Diduga Bocorkan...
Towa News | 26 Januari 2026, 13.58 WIB
Yoweri Museveni: Presiden Uganda yang Tujuh Kali Memenangi...
Towa News | 20 Januari 2026, 10.26 WIB