Wapres AS JD Vance: Perang Melawan Iran Hampir Usai, Misi Militer Hampir Tercapai

Dipublish oleh Tim Towa | 08 April 2026, 13:13 WIB

Bagikan:
X
Wapres AS JD Vance: Perang Melawan Iran Hampir Usai, Misi Militer Hampir Tercapai
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance.( Foto: via REUTERS/Bill Clark )

Towa News, Jakarta - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menyatakan bahwa operasi militer AS melawan Iran akan segera berakhir menyusul tercapainya sebagian besar target militer yang telah ditetapkan Washington.

Pernyataan tersebut disampaikan Vance di Budapest, Hongaria, pada Selasa (7/4).

"Amerika Serikat sebagian besar telah mencapai tujuan militernya. Meskipun ada beberapa hal yang masih ingin kami lakukan, misalnya terkait kemampuan Iran untuk memproduksi senjata," ujar Vance seperti, Rabu (8/4).

Vance turut menegaskan bahwa tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump dalam konflik ini telah dipatuhi. Ia menjelaskan, Trump telah memberikan batas waktu kepada Iran hingga Selasa pukul 20.00 waktu setempat.

"Beliau (Trump) mengatakan dengan sangat jelas: kami tidak akan menyerang fasilitas energi dan infrastruktur sampai Iran mengajukan proposal yang dapat kami dukung atau tidak mengajukan proposal sama sekali," kata Vance.

Vance juga menanggapi laporan mengenai Pulau Kharg dengan menyatakan bahwa insiden tersebut tidak mencerminkan perubahan strategi dari pihak presiden.

Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan menghantam pembangkit listrik dan jembatan di seluruh wilayah Iran apabila Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz dan gagal mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu yang ditentukan.

Konflik bersenjata antara AS dan Iran ini bermula sejak AS bersama Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar wilayah Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi basis militer AS. Serangan balasan itu menimbulkan korban jiwa, merusak infrastruktur, serta mengguncang pasar global dan jalur penerbangan internasional.

Sumber: Antara, Anadolu

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video