Dipublish oleh Tim Towa | 08 April 2026, 12:41 WIB
Towa News, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total outstanding pinjaman online (pinjol) masyarakat Indonesia menyentuh angka Rp100,69 triliun pada Februari 2026, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengungkapkan pertumbuhan tersebut mencapai 25,75 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
"Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan pada Februari 2026 tumbuh 25,75 persen year-on-year dengan nilai nominal sebesar Rp100,69 triliun," kata Agusman dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026 secara daring, Senin (6/4).
Secara bulanan, angka tersebut naik sekitar Rp2,15 triliun dari posisi Januari 2026 yang tercatat sebesar Rp98,54 triliun, sebagaimana dilaporkan DetikFinance, Selasa (7/4).
Kredit Macet Ikut Meningkat
Di sisi lain, tingkat risiko kredit macet pada layanan fintech peer-to-peer (P2P) lending turut mengalami kenaikan. Rasio wanprestasi 90 hari (TWP90) per Februari 2026 tercatat berada di level 4,54 persen, naik dari posisi bulan sebelumnya sebesar 4,38 persen.
"Tingkat risiko kredit secara agregat atau TWP90 berada di posisi 4,54 persen," ujar Agusman, Selasa (7/4).
Industri Pergadaian Tumbuh Pesat
Selain pinjol, OJK juga mencatat lonjakan kinerja pada sektor pergadaian. Penyaluran pembiayaan industri pergadaian tumbuh 61,78 persen secara tahunan menjadi Rp152,40 triliun per Februari 2026. Pertumbuhan itu turut mendorong nilai aset industri pergadaian melonjak dari Rp171,07 triliun menjadi Rp182,71 triliun secara bulanan.
Agusman merinci, porsi terbesar pembiayaan di sektor ini berasal dari produk gadai yang mencapai Rp126 triliun.
"Pembiayaan terbesar di industri pergadaian ini disalurkan dalam bentuk produk gadai, yaitu sebesar Rp126 triliun atau 83,01 persen dari total pembiayaan yang disalurkan oleh industri pergadaian," terang Agusman dalam laporan CNN Indonesia, Senin (6/4).
Pembiayaan Modal Ventura Tumbuh Terbatas
Sementara itu, pembiayaan modal ventura pada Februari 2026 hanya tumbuh 0,78 persen secara tahunan dengan nilai tercatat sebesar Rp16,46 triliun. Meski pertumbuhannya terbatas, nilai aset industri modal ventura tercatat meningkat secara bulanan menjadi Rp27,63 triliun, Selasa (7/4).
Sumber: CNN Indonesia, DetikFinance
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Komisi III...
Towa News | 08 April 2026, 14.30 WIB
Satgas PKH Sita 1.699 Hektare Lahan Tambang Ilegal...
Towa News | 08 April 2026, 13.25 WIB
Wapres AS JD Vance: Perang Melawan Iran Hampir...
Towa News | 08 April 2026, 13.13 WIB
Prabowo Instruksikan Percepatan Kampung Nelayan Merah Putih, 100...
Towa News | 08 April 2026, 13.01 WIB
Anak Sekolah Kini Bisa Masuk Istana, Pemerintah Buka...
Towa News | 08 April 2026, 12.56 WIB