Towa News, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memacu pembangunan 93 lokasi Sekolah Rakyat Tahap II agar tuntas sebelum tahun ajaran baru dimulai pada Juli 2026. Hingga Jumat (5/6/2026), progres fisik rata-rata di seluruh lokasi telah mendekati angka 70%.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pengerjaan terus digenjot dengan penambahan capaian harian yang signifikan.
"Sekolah Rakyat itu progres rata-rata untuk 93 lokasi sekitar hampir 70%. Jadi per hari itu kita kejar rata-rata 1% sampai 2%, ada yang kita kejar sampai 3% tergantung lokasi," kata Dody dalam media briefing di Kementerian PU, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari detikFinance, Jumat (5/6/2026).
Sejumlah Lokasi Tertinggal Mulai Membaik
Beberapa lokasi yang sebelumnya mengalami keterlambatan kini menunjukkan percepatan pembangunan, di antaranya Singkawang (Kalimantan Barat), Brebes dan Cilacap (Jawa Tengah), Dharmasraya (Sumatra Barat), serta Lombok Utara (NTB).
"Untuk lokasi-lokasi yang katakanlah kemarin itu agak-agak tertinggal, misalnya Singkawang, terus Brebes, Dharmasraya, Cilacap, Lombok Utara sepertinya sudah mulai jauh membaik," ujar Dody dalam laporan Investor Trust.
Dody mengakui, progres sempat melambat saat libur Idul Adha karena banyak pekerja yang pulang kampung. Namun kondisi tersebut kini telah kembali normal.
Zona Hijau Capai 80–85 Persen
Sejumlah lokasi bahkan telah masuk kategori zona hijau dengan progres fisik tertinggi, yakni 80–85 persen. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Sragen dan Semarang (Jawa Tengah), Medan (Sumatra Utara), Bengkulu, serta Makassar, Sinjai, dan Takalar di Sulawesi Selatan.
"Yang zona hijau malah sudah 80–85%," papar Dody seperti dikutip dari Investor Trust.
Kementerian PU juga memastikan tidak ada lagi lokasi dengan progres nol persen.
TNI dan Danantara Dilibatkan
Guna mengatasi kendala di lapangan, pemerintah menggandeng TNI untuk membantu kontraktor yang kekurangan tenaga kerja.
"Kalau kurang orang kita tawarin dari TNI. Dari TNI sudah masuk nih support dari Panglima TNI juga cukup besar," kata Dody.
Sementara untuk kendala arus kas, pemerintah menyiapkan skema pendanaan sementara melalui Badan Pengelola Investasi Danantara.
"Kalau misalnya kurang pendanaan kita minta tolong Danantara untuk bridging. Sebetulnya bukan uangnya enggak ada di APBN, ada uangnya. Tapi kan mereka belum bisa menagih ke kita karena progresnya kan belum sampai di situ," terang Dody.
Target 80 Persen Lebih Rampung Tepat Waktu
Meski optimistis, Dody mengakui tidak semua dari 93 lokasi dipastikan selesai tepat pada 20 Juni. Namun ia menargetkan setidaknya lebih dari 80 persen proyek dapat rampung sesuai jadwal.
"Mungkin 80% plus itu mudah-mudahan kita upayakan maksimal bisa selesai. Tapi tetap saya upayakan 93 lokasi itu bisa benar-benar selesai di 20 Juni," tegas Dody seperti dikutip dari detikFinance.
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II merupakan bagian dari program prioritas pemerintah untuk menyediakan layanan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Seluruh sekolah ditargetkan beroperasi sebelum tahun ajaran baru Juli 2026 dimulai.
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!