Antrean Gilimanuk Mulai Terurai, Pemerintah Kerahkan 35 Kapal dan Terapkan Sistem TBB

Dipublish oleh Tim Towa | 18 Maret 2026, 21:02 WIB

Bagikan:
X
Antrean Gilimanuk Mulai Terurai, Pemerintah Kerahkan 35 Kapal dan Terapkan Sistem TBB
Anteran Gilimanuk (Dok. Istimewa)

Towa News, Gilimanuk - Kemacetan panjang di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, yang sempat membentang lebih dari 30 kilometer berangsur membaik setelah pemerintah menerapkan sejumlah langkah taktis untuk mengurai kepadatan arus mudik Lebaran.

Berdasarkan pemantauan lapangan pada Rabu (18/3) pukul 10.00 WITA, antrean kendaraan masih terlihat di wilayah Desa Melaya dengan panjang sekitar 11 kilometer dari pelabuhan — jauh berkurang dibanding kondisi puncak sebelumnya.

Koordinasi Tiga Instansi

Perbaikan situasi ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Korlantas Polri, dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Sejumlah langkah strategis diterapkan secara bersamaan, di antaranya pengoperasian kapal-kapal berukuran besar, penambahan armada hingga 35 kapal, optimalisasi buffer zone, serta penerapan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) pada 25 kapal guna mempercepat proses sandar bongkar muat.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan langkah-langkah tersebut ditargetkan menuntaskan kepadatan sebelum Hari Raya Nyepi.

"Dengan dilakukannya langkah-langkah tersebut harapannya terjadi pengurangan kepadatan serta arus lalu lintas bisa berjalan normal kembali dan kepadatan bisa terselesaikan sebelum Hari Raya Nyepi," ujarnya, Rabu (18/3).

ASDP Kerahkan KMP Prima Nusantara

PT ASDP Indonesia Ferry turut memperkuat kapasitas layanan dengan mengerahkan kapal perbantuan KMP Prima Nusantara ke lintasan Ketapang–Gilimanuk. Wakil Direktur Utama ASDP menegaskan langkah itu bagian dari strategi percepatan layanan di jalur tersibuk tersebut.

"Pengerahan KMP Prima Nusantara merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas layanan di lintasan tersibuk. Kami juga terus mengoptimalkan pola operasi kapal agar proses penyeberangan berjalan lebih cepat dan antrean dapat ditekan,"* ujarnya.

Truk Logistik Masih Jadi Kendala

Di tengah upaya pembenahan, kepadatan dinilai masih diperparah oleh banyaknya truk logistik sumbu tiga ke atas yang tetap beroperasi. Padahal, pembatasan kendaraan berat telah diatur melalui Surat Keputusan Bersama (SKB). Ketidakpatuhan terhadap aturan tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang memperlambat normalisasi arus lalu lintas.

 Tren MembaikPemudik Diminta Sabar

Arus kendaraan kini bergerak lebih stabil seiring peningkatan kapasitas layanan kapal dan pengaturan arus yang lebih terstruktur. Meski demikian, pengguna jasa tetap diimbau untuk bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Pemerintah berharap kondisi lalu lintas di akses Pelabuhan Gilimanuk dapat kembali normal dalam waktu dekat, sehingga mobilitas masyarakat menjelang hari besar keagamaan dapat berjalan lebih lancar. (Red)

 

Sumber: Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video