Kajian Pemotongan Gaji Pejabat Masih Dimatangkan, Mensesneg: Sedang Kita Detailkan

Dipublish oleh Tim Towa | 18 Maret 2026, 13:24 WIB

Bagikan:
X
Kajian Pemotongan Gaji Pejabat Masih Dimatangkan, Mensesneg: Sedang Kita Detailkan
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (Dok.Sekertariat Presiden)

Towa News, Jakarta - Pemerintah masih mengkaji secara mendalam rencana pemangkasan gaji menteri dan anggota DPR sebagai salah satu opsi efisiensi anggaran negara di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa kajian atas usulan tersebut kini tengah difinalisasi oleh pemerintah.

"Sedang kita detailkan kajiannya," kata Mensesneg Prasetyo Hadi kepada wartawan di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Usulan pemotongan gaji pejabat itu sebelumnya dilontarkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026). Prabowo kala itu mendorong jajaran kabinet untuk mengkaji serangkaian langkah penghematan, mulai dari pembatasan konsumsi BBM, penerapan kerja dari rumah (WFH), hingga pemotongan gaji pejabat. Kebijakan Pakistan dijadikan acuan, di mana negara tersebut memangkas gaji pejabat, menghentikan pembelian AC, kendaraan dinas, dan furnitur, serta menyetop seluruh perjalanan dinas ke luar negeri.

"Saya kira kita harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya 2–3 tahun kita akan sangat kuat, tapi kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian, kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa defisit kita tidak bertambah. Bahkan, cita-cita saya kalau bisa kita tidak punya defisit," ujar Presiden Prabowo Subianto.

Prasetyo menambahkan, efisiensi yang dimaksud Prabowo mencakup sejumlah langkah konkret yang bisa segera diterapkan oleh jajaran pemerintahan.

"Kan banyak yang bisa dilakukan untuk mengurangi konsumsi BBM. Misalnya bagaimana kita migrasi ke transportasi publik, bagaimana mengurangi atau membatasi pemakaian kendaraan dinas, plat merah itu. Jadi begitu-begitu, sedang kita finalkan," ujar Prasetyo seperti, Selasa (17/3/2026).

Terkait ketersediaan energi dalam negeri, Prasetyo memastikan pasokan BBM nasional dalam kondisi aman sesuai pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Cadangan BBM yang berkurang diklaim terus diisi kembali sehingga tidak sampai kosong.

Meski begitu, Prasetyo menegaskan bahwa situasi ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk membangun budaya efisiensi yang lebih disiplin.

"Namun tentunya kita harus menjadikan ini menjadi sebuah pelajaran untuk mengefisienkan diri kita," kata Prasetyo, Selasa (17/3/2026).

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video