Dipublish oleh Tim Towa | 02 Februari 2026, 11:22 WIB
Towa News, Jakarta - Amerika Serikat membuka peluang perundingan dengan Iran melalui saluran diplomatik, meskipun tengah memperkuat kehadiran militer di kawasan Teluk Persia. Hal ini diungkapkan dalam laporan Axios, Minggu (1/2).
Seorang pejabat senior AS menyatakan bahwa Presiden Donald Trump belum memutuskan untuk melakukan serangan militer terhadap Iran dan masih mengupayakan jalur diplomasi sebagai solusi.
Saat ini, Turki, Mesir, dan Qatar tengah memfasilitasi pertemuan di Ankara pekan ini antara utusan Gedung Putih Steve Witkoff dengan pejabat tinggi Iran, menurut laporan tersebut.
Dua sumber di kawasan Timur Tengah mengonfirmasi kepada Axios bahwa ketiga negara mediator tersebut berkoordinasi intensif dengan Washington dan Teheran.
"Prosesnya sedang berjalan. Kami mengusahakan yang terbaik," kata seorang pejabat dari salah satu negara mediator seperti dikutip dari Axios.
Langkah diplomasi ini muncul setelah Trump mengumumkan melalui media sosial pada Rabu pekan lalu bahwa "armada besar" sedang bergerak menuju Iran. Dalam unggahan tersebut, ia mendesak Teheran segera masuk ke meja perundingan.
Sebelumnya, Trump mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Iran menyusul meningkatnya ketegangan setelah gelombang aksi unjuk rasa anti pemerintah di Iran pada akhir Desember 2025.
Menanggapi ancaman tersebut, Iran memperingatkan akan membalas setiap serangan AS dengan respons yang "cepat dan menyeluruh."
Situasi di Teluk Persia kini menjadi perhatian internasional di tengah upaya berbagai pihak untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
PBB Terancam Bangkrut: AS Tunggak US$ 2,19 Miliar,...
Towa News | 10 Februari 2026, 09.50 WIB
Sekretaris Kabinet dan Wagub Jatim Bahas Percepatan Infrastruktur...
Towa News | 29 Januari 2026, 15.02 WIB
KBRI Tokyo dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja...
Towa News | 28 Januari 2026, 14.01 WIB
Jenderal Senior China Dipecat Xi Jinping, Diduga Bocorkan...
Towa News | 26 Januari 2026, 13.58 WIB
Yoweri Museveni: Presiden Uganda yang Tujuh Kali Memenangi...
Towa News | 20 Januari 2026, 10.26 WIB