Jenderal Senior China Dipecat Xi Jinping, Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir ke CIA

Dipublish oleh Tim Towa | 26 Januari 2026, 13:58 WIB

Bagikan:
X
Jenderal Senior China Dipecat Xi Jinping, Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir ke CIA
Zhang Youxia (foto: REUTERS)

Towa News, Beijing - Presiden China Xi Jinping memberhentikan Jenderal Zhang Youxia dari jabatannya dan kini pejabat militer senior tersebut tengah menjalani penyelidikan hukum terkait tuduhan korupsi. Zhang, yang sebelumnya menjadi salah satu mitra militer paling dipercaya Xi, diduga membocorkan informasi rahasia persenjataan nuklir kepada Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA).

Pemberhentian ini merupakan bagian dari serangkaian pembersihan kepemimpinan militer tingkat tinggi yang dilakukan Xi Jinping.

Zhang berusia 75 tahun diduga telah membocorkan data teknis inti mengenai persenjataan nuklir China kepada Amerika Serikat, menurut laporan Wall Street Journal yang dikutip New York Post, Senin (26/1/2026).

Sebelum diberhentikan, Zhang menjabat sebagai Wakil Ketua peringkat pertama Komisi Militer Pusat China, lembaga komando tertinggi negara tersebut. Secara resmi, dia ditempatkan dalam status penyelidikan pada Sabtu (24/1) waktu setempat.

Zhang juga tercatat sebagai anggota Politbiro, badan eksekutif Partai Komunis China yang terdiri dari 24 pejabat kunci. Media lokal China melaporkan bahwa Zhang telah ditahan oleh lembaga penyelidik korupsi militer sejak awal pekan lalu.

Bersamaan dengan Zhang, Jenderal Liu Zhenli yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Gabungan Komisi Militer Pusat China juga diberhentikan.

Kementerian Pertahanan China menyatakan keduanya diselidiki atas dugaan pelanggaran disiplin dan pelanggaran hukum serius, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut, seperti dilansir Reuters. Sementara itu, media pemerintah China menuduh Zhang dan Liu telah mengancam kepemimpinan absolut Partai Komunis dan merusak sistem tanggung jawab tertinggi yang berada di tangan Xi.

Xi dilaporkan telah mengirim satuan tugas khusus ke Shenyang, China bagian timur laut, lokasi penugasan terakhir Zhang sebelum pemecatan. Satuan tugas tersebut memilih menginap di hotel lokal ketimbang di pangkalan militer karena dikhawatirkan adanya jaringan pendukung Zhang di sana, demikian laporan WSJ.

Selain tuduhan membocorkan informasi rahasia persenjataan nuklir, Zhang juga dituduh membentuk kelompok-kelompok yang dapat mengikis persatuan Partai Komunis China, menurut laporan WSJ yang tidak menyebutkan sumber informasinya.

Zhang juga diduga menerima suap sebagai imbalan atas promosi jabatan, sebelum kemudian membocorkan informasi teknis tersebut kepada CIA demi kepentingan pribadi. Secara khusus, Zhang dituduh menerima suap saat mempromosikan Li Shangfu ke posisi sebelumnya sebagai Menteri Pertahanan China.

Zhang yang berasal dari keluarga pahlawan komunis China, merupakan teman masa kecil Xi. Hubungan kedua keluarga telah terjalin puluhan tahun sejak era Perang Sipil China.

Zhang dan Liu menjadi pejabat tinggi militer China keempat dan kelima yang diberhentikan sejak 2024.

Penyelidikan terhadap keduanya berlangsung setelah situasi kacau melanda Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) yang mengelola triad nuklir China selama setahun terakhir.

Pemecatan Zhang dinilai sebagai perombakan militer terbesar di China sejak 1971, ketika Wakil Ketua Partai Komunis China Lin Biao berupaya melakukan kudeta terhadap Ketua Partai Komunis saat itu, Mao Zedong.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video