Dipublish oleh Tim Towa | 20 Januari 2026, 10:26 WIB
Towa News, Kampala - Yoweri Kaguta Museveni, presiden Uganda yang kini berusia 80 tahun, telah menjadi salah satu pemimpin terlama di Afrika setelah berkuasa sejak 1986. Ia telah memenangi tujuh kali pemilihan umum presiden, menjadikannya figur dominan dalam lanskap politik Uganda selama hampir empat dekade.
Perjalanan Kekuasaan
Museveni pertama kali naik ke tampuk kekuasaan pada 26 Januari 1986 melalui pemberontakan bersenjata yang menggulingkan pemerintahan Milton Obote. Sejak saat itu, ia telah memenangi pemilihan presiden pada tahun 1996, 2001, 2006, 2011, 2016, 2021, dan terakhir pada 2026.
Kemenangannya yang berkelanjutan ini menjadikan Museveni sebagai salah satu kepala negara yang paling lama menjabat di dunia. Ia memimpin melalui National Resistance Movement (NRM), partai politik yang ia dirikan.
Kontroversi dan Kritik
Meski telah membawa stabilitas di Uganda setelah periode pergolakan politik pada 1970-an dan 1980-an, kepemimpinan Museveni juga menuai kritik dari berbagai pihak. Kelompok oposisi dan pengamat internasional kerap mempertanyakan kredibilitas proses pemilihan umum di Uganda, dengan tuduhan adanya intimidasi terhadap lawan politik, pembatasan kebebasan media, dan manipulasi hasil pemilu.
Pada 2017, parlemen Uganda menghapus batas usia 75 tahun bagi kandidat presiden, yang memungkinkan Museveni untuk terus berkompetisi dalam pemilihan umum. Langkah ini dikritik sebagai upaya untuk melanggengkan kekuasaan.
Pencapaian dan Tantangan
Di sisi ekonomi, Uganda di bawah kepemimpinan Museveni mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan, terutama dalam sektor pertanian dan infrastruktur. Pemerintahannya juga dipuji atas penanganan epidemi HIV/AIDS pada 1990-an.
Namun, Uganda masih menghadapi tantangan besar seperti tingkat kemiskinan yang tinggi, korupsi yang merajalela, dan ketegangan politik yang terus berlanjut. Kelompok hak asasi manusia internasional juga mengkritik kebijakan pemerintah terkait kebebasan berpendapat dan hak-hak kelompok minoritas.
Pandangan ke Depan
Dengan usia yang terus bertambah dan kritik yang semakin keras dari komunitas internasional, pertanyaan mengenai masa depan politik Uganda dan suksesi kepemimpinan menjadi semakin mendesak. Museveni sendiri belum memberikan indikasi kapan ia akan mundur dari jabatan presiden.
Bagi sebagian warga Uganda, Museveni adalah simbol stabilitas dan pembangunan. Namun bagi yang lain, kepemimpinannya yang panjang dipandang sebagai hambatan bagi demokratisasi dan pergantian generasi dalam politik Uganda.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
PBB Terancam Bangkrut: AS Tunggak US$ 2,19 Miliar,...
Towa News | 10 Februari 2026, 09.50 WIB
AS Buka Jalur Diplomasi dengan Iran di Tengah...
Towa News | 02 Februari 2026, 11.22 WIB
Sekretaris Kabinet dan Wagub Jatim Bahas Percepatan Infrastruktur...
Towa News | 29 Januari 2026, 15.02 WIB
KBRI Tokyo dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja...
Towa News | 28 Januari 2026, 14.01 WIB
Jenderal Senior China Dipecat Xi Jinping, Diduga Bocorkan...
Towa News | 26 Januari 2026, 13.58 WIB