Dipublish oleh Tim Towa | 24 Desember 2025, 11:12 WIB
Towa News, Tokyo – Amerika Serikat memutuskan menunda pengenaan tarif tambahan untuk produk semikonduktor asal China hingga Juni 2027. Keputusan ini diumumkan Kantor Perwakilan Perdagangan AS (USTR) pada Selasa (23/12), menyusul penyelesaian investigasi selama setahun terhadap industri chip negara tersebut.
USTR menetapkan tingkat tarif tambahan awal akan dipertahankan pada nol persen selama 18 bulan ke depan. Meskipun demikian, hasil penyelidikan berdasarkan Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan AS tahun 1974 menemukan bahwa upaya China untuk mendominasi industri semikonduktor dinilai tidak wajar serta membebani dan membatasi perdagangan AS.
Dalam pemberitahuan Federal Register disebutkan, tingkat tarif baru akan diberlakukan mulai 23 Juni 2027 dengan besaran yang akan diumumkan paling lambat 30 hari sebelum tanggal tersebut.
Investigasi yang dimulai pada Desember 2024 ini terjadi pada minggu-minggu terakhir pemerintahan Presiden Joe Biden, sebelum Donald Trump kembali menjabat di Gedung Putih. Penyelidikan berfokus pada chip "peninggalan" non-canggih produksi China yang digunakan dalam berbagai produk sehari-hari, mulai dari kendaraan bermotor hingga peralatan medis.
Pasal 301 memberikan kewenangan kepada pemerintah AS untuk menerapkan tarif sebagai respons terhadap praktik perdagangan yang dianggap tidak adil dari negara lain. Ketentuan ini menjadi instrumen utama Trump dalam membenarkan tarif tinggi terhadap produk impor China saat perang dagang dengan Beijing pada masa jabatan pertamanya.
Berdasarkan investigasi Pasal 301 sebelumnya, pemerintahan Biden telah menggandakan tarif chip China menjadi 50 persen pada Januari tahun ini. Pemberitahuan USTR menyebutkan, rencana tarif baru nantinya akan ditambahkan ke bea masuk 50 persen yang sudah berlaku saat ini.
Penundaan ini muncul di tengah upaya Trump mempertahankan hubungan kerja yang baik dengan China pasca pertemuan dengan Presiden Xi Jinping pada akhir Oktober di Korea Selatan. Dalam pertemuan tersebut, Trump yang berencana mengunjungi China pada April mendatang menyepakati gencatan senjata selama setahun dalam perang dagang dengan Xi.
Sebagai bagian dari strategi mengembalikan produksi chip ke AS, pemerintahan Trump kembali meluncurkan investigasi pada April berdasarkan Pasal 232 Undang-Undang Perluasan Perdagangan tahun 1962. Pada Agustus lalu, Trump mengusulkan tarif sekitar 100 persen untuk impor chip dan tarif pungutan baru yang dijanjikan akan segera diumumkan, namun hingga kini belum terealisasi.
Sumber: Kyodo-OANA via ANTARA
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Meta Siapkan Uji Coba Layanan Berlangganan Premium untuk...
Towa News | 27 Januari 2026, 16.18 WIB
Setelah 35 Tahun, Doraemon Tidak Lagi Tayang di...
Towa News | 06 Januari 2026, 15.39 WIB
Timothy Ronald Diduga Jual Ilusi Kekayaan lewat Edukasi...
Towa News | 06 Januari 2026, 08.20 WIB
Telkomsat Luncurkan Satelit Merah Putih 2 untuk Perkuat...
Towa News | 26 Desember 2025, 11.25 WIB
Malware Cellik Mengintai Pengguna Android, Bisa Bersembunyi di...
Towa News | 23 Desember 2025, 11.58 WIB