Dipublish oleh Tim Towa | 15 April 2026, 15:16 WIB
Towa News, Moskow - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Kantor Kementerian Energi Moskow, Selasa (14/4/2026). Pertemuan tersebut berfokus pada penjajakan kerja sama pasokan minyak mentah dan gas, sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional.
Agenda bilateral itu merupakan tindak lanjut dari pembicaraan tingkat kepala negara antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin sehari sebelumnya. Bahlil hadir mendampingi Presiden Prabowo dalam rangkaian misi diplomasi energi tersebut.
Dalam pertemuan yang turut dihadiri perwakilan sejumlah perusahaan energi Rusia, di antaranya Rosneft, Ruschem, Zarubezhneft, dan Lukoil, kedua pihak membahas sejumlah peluang konkret yang dapat segera ditindaklanjuti, mencakup kepastian pasokan minyak mentah (crude), Liquefied Petroleum Gas (LPG), serta pengembangan infrastruktur penyimpanan energi (storage).
"Hari ini saya baru selesai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan pembicaraan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Putin. Alhamdulillah, kita bisa mendapatkan cadangan crude untuk kita tambah, di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG," kata Bahlil Lahadalia sebagaimana dikutip dari siaran pers Kementerian ESDM, Selasa (14/4/2026).
Kerja sama tersebut dijajaki melalui dua skema, yakni government-to-government (G2G) dan business-to-business (B2B). Selain minyak dan gas, Indonesia juga membuka peluang kolaborasi di bidang penjajakan energi nuklir dan sektor mineral.
Pihak Rusia menyambut positif tawaran tersebut. Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev menyatakan kesiapan negaranya untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia secara menyeluruh.
"Sebagai mitra strategis, kami siap berkolaborasi terutama dalam penyediaan minyak dan gas, penyimpanan, maupun kelistrikan — dalam hal ini pembangkit listrik tenaga nuklir," ujar Tsivilev dalam keterangan yang sama.
Pemerintah Indonesia menilai Rusia sebagai mitra strategis yang relevan di tengah ketidakpastian pasar energi global, mengingat kapasitas produksi energi Rusia yang besar serta rekam jejaknya di industri minyak dan gas. Bahlil menegaskan seluruh upaya diplomasi ini diarahkan untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat Indonesia dalam jangka panjang.
"Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional," tegasnya.
Sumber: Siaran Pers Kementerian ESDM Nomor 022.Pers/04/SJI/2025, 14 April 2026
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
DPR Resmi Sahkan RUU PPRT Jadi Undang-Undang
Towa News | 21 April 2026, 14.40 WIB
Kemendagri Usulkan Denda bagi Warga yang Kehilangan KTP...
Towa News | 20 April 2026, 14.29 WIB
Pemerintah Gelontorkan Rp 12 Triliun, Hibah Tanaman dan...
Towa News | 20 April 2026, 13.31 WIB
Sidak Gudang Bulog di Magelang, Presiden Prabowo Pastikan...
Towa News | 19 April 2026, 21.21 WIB
Bank Indonesia: Sektor Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi...
Towa News | 18 April 2026, 14.15 WIB