Dipublish oleh Tim Towa | 16 Desember 2025, 14:56 WIB
Towa News, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih melakukan pencarian korban yang hilang akibat bencana di tiga provinsi Sumatera. Tim gabungan terus menyisir wilayah terdampak meskipun sudah memasuki hari ke-19 sejak kejadian.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa upaya pencarian masih terus dilakukan. Setiap malam ada pembaruan penemuan, namun itu bukan korban baru melainkan korban yang sebelumnya hilang.
"Pencarian korban masih terus dicari, sehingga setiap malam itu ada update penemuan tambahan itu bukan ada korban jiwa yang baru meninggal, tapi itu yang hilang," kata Suharyanto seperti dilansir DetikNews, Selasa (16/12/2025).
Meski prosedur standar operasional pencarian bencana umumnya berlangsung satu minggu, BNPB memperpanjang masa pencarian karena permintaan keluarga korban. Beberapa daerah seperti Mandailing Natal dan Humbang Hasundutan sudah menghentikan pencarian, namun wilayah lain masih melanjutkan operasi.
"Memang di bencana-bencana lain itu SOP-nya satu minggu, tapi ini sampai hari ke-19 kita laksanakan saja. Berbeda-beda di setiap daerah. Kalau seperti di Mandailing Natal, Humbang Hasundutan sudah declare menghentikan pencarian pertolongan karena yang punya keluarga sudah ikhlas. Tapi, karena keluarga masih belum merelakan, kita terus mencari sampai sekarang," ungkap Suharyanto dalam keterangan resminya.
Baca Juga :BNPB dan Pemda Kerahkan Alat Berat Perbaiki 555 Titik Jalan Rusak Akibat Banjir
Tim gabungan yang terdiri dari BNPB, Basarnas, dan pemangku kepentingan lainnya melakukan penyisiran menyeluruh. Proses pencarian dilakukan bersamaan dengan perbaikan jalur transportasi dan jalur sungai di lokasi bencana.
"Kita cari, sambil mencari sambil memperbaiki jalur transportasi, jalur sungai itu kita cari. Iya (di setiap jengkal) dicari, disisir," tambahnya.
Suharyanto mengakui bahwa luasnya medan menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian. Keterbatasan sumber daya manusia juga mempengaruhi kecepatan proses evakuasi. Namun demikian, tim tetap berkomitmen untuk menemukan seluruh korban yang hilang.
Saat ini, pendampingan terus dilakukan di 14 kabupaten/kota terdampak. Meskipun wilayahnya sangat luas dan jumlah personel terbatas, upaya pencarian tidak akan dihentikan.
"Sekarang tinggal 14 kabupaten/kota yang terus dilakukan pendampingan. Karena luas banget wilayahnya, terbatasnya orang, kita tetap cari terus. Tapi, dengan penemuan yang sudah banyak juga, dari awal sudah banyak yang ditemukan. Jadi mohon dukungan. Insyaallah semua bisa ditemukan, kita berusaha keras," tegas Kepala BNPB tersebut.
Baca Juga: Presiden Setujui Bantuan Rp 60 Juta untuk Rumah Korban Bencana di Sumatera
Data BNPB per Senin (15/12) malam mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.030 jiwa. Sebanyak 206 orang masih dalam status hilang, sementara jumlah pengungsi mengalami penurunan dari 624.670 jiwa menjadi 608.940 orang.
Bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini telah menyebabkan kerusakan infrastruktur dan kerugian material yang sangat besar. Pemerintah terus mengupayakan pemulihan kondisi di wilayah terdampak sambil memastikan tidak ada korban yang tertinggal dalam operasi pencarian.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB