Dipublish oleh Tim Towa | 14 Desember 2025, 21:26 WIB
Towa News, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) merencanakan restrukturisasi besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan memangkas jumlah entitas dari 1.067 menjadi sekitar 250 perusahaan. Langkah ini dilakukan tanpa pemutusan hubungan kerja (PHK).
Senior Director Business Performance & Assets Optimization Danantara, Bhimo Aryanto, menyatakan keputusan tersebut diambil setelah evaluasi menunjukkan 52% BUMN mengalami kerugian.
"Dari 1.067 kita mau squeeze, efisienkan, menjadi sekitar 250-an. Dengan catatan, tidak boleh ada layoff," ujar Bhimo seperti dilansir DetikFinance dalam Public & Business Leader Forum di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, Sabtu (13/12/2025).
Proses pemangkasan akan dilakukan melalui penggabungan BUMN yang beroperasi di sektor sama namun selama ini justru berkompetisi satu sama lain. Sebagian entitas akan dilebur, direstrukturisasi, atau dialihkan fokus bisnisnya.
Bhimo mencontohkan PT Pertamina yang memiliki struktur berlapis hingga tujuh tingkat dengan total 250 anak dan cucu perusahaan.
"Ada orang tua, anak, cucu, canggah, itu sampai 7 layer dan ada 250 entity anak cucu di Pertamina. Tidak jelek, karena pada saat itu dibutuhkan. Tapi kami juga sudah pelajari, kalau kita bisa lakukan restructuring," kata Bhimo dalam laporan DetikFinance.
Selain memangkas jumlah perusahaan, Danantara juga akan mengurangi jajaran direksi dan komisaris untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengambilan keputusan.
Menurut Bhimo, restrukturisasi ini bertujuan menciptakan nilai tambah yang lebih besar dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional di atas 8%.
"Kalau itu bisa kita buat lebih efisien, sebagian memang karena rugi dan industri yang juga tidak tumbuh, kita mesti diverse," jelasnya seperti dikutip DetikFinance.
Meskipun melakukan efisiensi masif, Danantara menegaskan tidak akan ada PHK. Sebagai gantinya, perusahaan akan melakukan realokasi sumber daya manusia.
"Kalau kita melakukan golden shake hand, harusnya IRR juga cukup bagus begitu ya. Jadi tidak harus layoff, kita bisa melakukan realokasi resource," ujar Bhimo dalam forum tersebut.
Danantara menargetkan proses restrukturisasi selesai pada 2026, lebih cepat dari rencana awal di 2027. Proses ini mencakup restrukturisasi finansial dan bisnis, merger, konsolidasi, hingga perancangan ulang model bisnis.
"Financial dan business restructuring plus merger konsolidasi, itu kita bisa shorten harusnya dalam satu setengah tahun ini ya, 2025 dan 2026 nanti," kata Bhimo seperti dilansir DetikFinance.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan profitabilitas dan daya saing BUMN sehingga mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kunjungan Wisman ke Indonesia Tumbuh 1,11 Persen di...
Towa News | 13 Maret 2026, 13.32 WIB
Pemerintah Tegaskan Stok BBM Nasional Aman, Masyarakat Diminta...
Towa News | 11 Maret 2026, 12.13 WIB
Indonesia Catat Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.17 WIB
Stok Beras Nasional Capai 27,99 Juta Ton, Aman...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.12 WIB
Bank Mandiri Catat Kredit Tumbuh 15,62 Persen di...
Towa News | 23 Februari 2026, 11.30 WIB