Dipublish oleh Tim Towa | 11 Mei 2026, 17:34 WIB
Towa News, Jakarta — Pemerintah belum menetapkan keputusan final terkait penyesuaian tarif penerimaan negara bukan pajak (PNBP) iuran produksi untuk sejumlah komoditas mineral logam, termasuk nikel, timah, emas, perak, tembaga, dan kromium. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan masih menampung masukan dari pelaku usaha dan pemangku kepentingan sebelum kebijakan tersebut resmi diberlakukan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa proses yang sedang berjalan saat ini masih dalam tahap uji publik, bukan pengumuman kebijakan final. Ia menekankan pentingnya tahapan sosialisasi agar formulasi kebijakan yang dihasilkan adil bagi semua pihak dan tidak mengganggu iklim investasi di sektor mineral.
"Amanah undang-undang itu adalah setiap peraturan yang akan kita buat diawali dengan exercise dan sosialisasi untuk mendapatkan feedback dari pelaku. Dan selama beberapa hari ini feedback-nya sudah ada. Ketika ada tanggapan yang mungkin kurang pas, harus kita membangun formulasi baru. Saya sebagai Menteri ESDM akan melakukan evaluasi itu," kata Bahlil seperti dikutip dari Siaran Pers Kementerian ESDM, Senin (11/5).
Bahlil menegaskan, materi yang tengah disosialisasikan kepada pelaku usaha sama sekali belum berstatus keputusan pemerintah.
"Sekali lagi saya katakan bahwa apa yang disosialisasikan itu bukan keputusan. Tapi itu baru istilahnya uji publik," ujarnya dalam keterangan yang sama.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) telah menggelar konsultasi publik secara daring pada Jumat (8/5) guna membahas rencana penyesuaian tarif PNBP iuran produksi mineral. Diskusi tersebut mencakup sejumlah aspek krusial, mulai dari besaran tarif, interval harga, masa transisi, hingga dampaknya terhadap margin usaha dan kepastian regulasi bagi pelaku industri.
Pemerintah menegaskan pengaturan PNBP di sektor mineral dan batubara tidak semata-mata menyangkut instrumen fiskal, melainkan juga bagian dari tata kelola sumber daya alam yang bertujuan memberikan nilai tambah optimal bagi negara sekaligus menjaga keberlangsungan industri.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Purbaya Optimistis Ekonomi RI Capai 6 Persen di...
Towa News | 06 Mei 2026, 18.27 WIB
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026
Towa News | 05 Mei 2026, 17.50 WIB
Danantara Beli Saham Aplikator Ojol, Komisi Driver Ditarget...
Towa News | 04 Mei 2026, 15.38 WIB
Investasi Hilirisasi oleh Danantara: Ciptakan Lapangan Kerja, Ciptakan...
Towa News | 29 April 2026, 13.42 WIB
Danantara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Tahap 2, dari...
Towa News | 29 April 2026, 13.22 WIB