Purbaya Optimistis Ekonomi RI Capai 6 Persen di 2026, Andalkan Strategi Tanpa Tambah Anggaran

Dipublish oleh Tim Towa | 06 Mei 2026, 18:27 WIB

Bagikan:
X
Purbaya Optimistis Ekonomi RI Capai 6 Persen di 2026, Andalkan Strategi Tanpa Tambah Anggaran
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Dok.kemenkeu/oskar)

Towa News, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mendekati level 6 persen hingga akhir 2026, menyusul capaian positif pada triwulan I tahun ini yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat merespons laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai kinerja ekonomi nasional di awal tahun ini, yang melampaui rata-rata pertumbuhan dalam beberapa kuartal sebelumnya.

"Kita jalankan kebijakan seoptimal mungkin supaya kita bisa tumbuh terus menuju ke arah 6 persen tahun ini," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Selasa (5/5/2026).

Strategi Tanpa Modal Tambahan

Salah satu kebijakan yang diklaim menjadi pendorong akselerasi pertumbuhan adalah pemindahan dana saldo anggaran lebih (SAL) senilai Rp 300 triliun dari Bank Indonesia ke sejumlah perbankan nasional. Langkah ini dirancang untuk memperkuat fungsi intermediasi perbankan dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil.

Purbaya menyebut strategi tersebut sebagai bentuk invisible hand pemerintah dalam menggerakkan roda perekonomian tanpa intervensi langsung maupun tambahan belanja negara.

"Dengan hanya memindahkan uang dari BI ke perbankan, di samping program-program lain tentunya, artinya saya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa modal," katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Sebagai pembanding, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2025 tercatat sebesar 4,87 persen yoy, dan pada triwulan IV 2025 berada di angka 5,39 persen yoy. Capaian 5,61 persen pada triwulan I 2026 menjadi yang tertinggi dalam beberapa kuartal terakhir.

Permintaan Domestik dan Sektor Produksi Kompak Menguat

Dari sisi permintaan, pertumbuhan triwulan I 2026 ditopang oleh percepatan belanja pemerintah, peningkatan konsumsi rumah tangga, serta investasi yang turut didorong akselerasi berbagai proyek Danantara.

Purbaya mencatat, konsumsi rumah tangga tumbuh signifikan menjadi 5,52 persen, naik dari 4,9 persen pada periode sebelumnya, dengan kontribusi terhadap perekonomian mencapai 54,36 persen.

"Ini menunjukkan daya beli masyarakat membaik," kata Purbaya.

Dari sisi penawaran, sejumlah sektor produksi turut mencatat pertumbuhan, di antaranya manufaktur yang tumbuh 5,04 persen—lebih tinggi dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya—serta perdagangan, pertanian, konstruksi, dan sektor akomodasi makanan dan minuman.

Stimulus Perumahan Disiapkan

Meski sektor perumahan hanya tumbuh 3,54 persen, Purbaya memastikan pemerintah tengah menyiapkan stimulus untuk mendorong akselerasi di sektor ini. Salah satu langkah yang tengah dikaji adalah pembersihan data SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) untuk pinjaman di bawah Rp 1 juta, sehingga puluhan juta masyarakat yang sebelumnya terhalang rekam jejak kredit kini berpotensi kembali mengakses pembiayaan perumahan.

"Nanti kita pikirkan stimulus sektor perumahan agar tumbuh lebih cepat," ujar Purbaya.

Purbaya menegaskan, strategi kebijakan yang diterapkan pemerintah mulai menunjukkan hasil nyata dan diyakini akan semakin menguat seiring berjalannya berbagai program prioritas baru.

"Kalau program-program lain mulai berjalan dan dampaknya terlihat di ekonomi, pertumbuhan harusnya bisa lebih cepat," pungkasnya.

Sumber: Antara, Berita Nasional

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video