Dasco Kumpulkan Menkeu dan Gubernur BI, Evaluasi Ekonomi Nasional di DPR

Tim Towa - Towa News
Sabtu, 06 Juni 2026 15:43 WIB
Dasco Kumpulkan Menkeu dan Gubernur BI, Evaluasi Ekonomi Nasional di DPR
(dok. Instagram/@sufmi_dasco)

Towa News, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menggelar rapat koordinasi ekonomi bersama sejumlah pejabat tinggi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026).

Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Ketua Komisi XI DPR Mohamad Hekal.

Rapat digelar untuk mengevaluasi kondisi perekonomian nasional sekaligus mempererat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter.

"Kami melakukan koordinasi bagaimana antara fiskal dan moneter bisa saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik saat ini," kata Dasco, Sabtu (6/6).

Dasco menegaskan, harmonisasi antara pemerintah dan bank sentral perlu terus dijaga, khususnya dalam menghadapi tekanan inflasi dan fluktuasi nilai tukar yang berdampak pada daya beli masyarakat dan iklim investasi.

Rupiah Lemah, Pedagang Tahu-Tempe Terdampak

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pelemahan nilai tukar rupiah turut menekan pelaku usaha kecil, khususnya pedagang tahu dan tempe yang mengandalkan kedelai impor sebagai bahan baku.

"Penjual tempe, penjual tahu sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih diimpor yang jelas itu akan menaikkan cost of production mereka," ujar Purbaya seperti dilansir IDN Times, Sabtu (6/6).

Purbaya menyebut stabilitas nilai tukar menjadi kunci agar beban biaya produksi tidak terus membengkak dan berdampak pada kenaikan harga di tingkat konsumen.

"Kebijakan yang lebih bagus itu akan kita lihat rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik," tambahnya dalam laporan IDN Times.

Istana: Fundamental Ekonomi Masih Solid

Di forum yang sama, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh meskipun nilai tukar rupiah telah menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS sejak Kamis, 4 Juni 2026.

Pemerintah, kata dia, akan mempercepat sejumlah program strategis untuk mendorong pertumbuhan.

"Terutama program-program di bidang pangan, energi, perikanan dan termasuk industrialisasi dan hilirisasi," kata Prasetyo, Sabtu (6/6).

Prasetyo mengaku tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional dan berharap nilai tukar rupiah dapat kembali ke level yang diharapkan.

Perlu dicatat, dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro RAPBN 2027, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan nilai tukar rupiah terjaga di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Namun pada pekan ini, kurs rupiah telah melampaui batas atas target tersebut.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi