Towa News, Jakarta - PT Patra Logistik membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,25 triliun sepanjang 2025, tumbuh 21,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian itu diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Rabu, 4 Juni 2026.
Selain pendapatan, perusahaan logistik energi anak usaha Pertamina itu juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp378 miliar. Manajemen menyebut peningkatan efektivitas operasional, optimalisasi utilisasi armada, dan pengembangan layanan logistik energi di berbagai wilayah menjadi pendorong utama kinerja tersebut.
Direktur Utama PT Patra Logistik, Yock Yorlando, mengatakan perusahaan terus membenahi tata kelola distribusi dan pengelolaan armada guna meningkatkan ketepatan waktu pengiriman energi.
"Pengelolaan distribusi dan inventory menjadi fokus penting perusahaan seiring meningkatnya kebutuhan distribusi energi dan kompleksitas operasional di lapangan," ujar Yock dalam keterangan resminya.
Saat ini Patra Logistik mengoperasikan lebih dari 4.000 unit armada, termasuk mobil tangki untuk distribusi bahan bakar minyak (BBM) di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan menyatakan terus melakukan modernisasi armada dan peningkatan sistem pemantauan distribusi untuk menjaga keandalan layanan.
Memasuki 2026, perusahaan berencana mengembangkan sistem Fleet Management yang didukung Road Traffic Control (RTC) terintegrasi secara nasional. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan pemantauan pergerakan armada, pengendalian distribusi, dan pengelolaan inventori secara real-time.
Corporate Secretary PT Patra Logistik, Prakoso Yoga Ferlando, menambahkan bahwa penguatan tata kelola perusahaan turut menjadi prioritas untuk mendukung operasional yang lebih terukur.
"Perusahaan terus meningkatkan implementasi tata kelola melalui pengembangan monitoring operasional, pengelolaan armada yang lebih terintegrasi, serta penyempurnaan proses bisnis," kata Ferlando.
PT Patra Logistik merupakan perusahaan jasa logistik energi yang bergerak di bidang distribusi BBM dan layanan transportasi energi nasional. (red)
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!