DPR Minta Polri Tindak Tegas Pelaku Konten Rasis, Termasuk Keluarga Aparat

Dipublish oleh Tim Towa | 08 Mei 2026, 15:56 WIB

Bagikan:
X
DPR Minta Polri Tindak Tegas Pelaku Konten Rasis, Termasuk Keluarga Aparat
(dok.istimewa)

 

Towa News, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk menindak tegas seluruh pelaku tindakan rasisme tanpa pengecualian, termasuk mereka yang memiliki hubungan keluarga dengan anggota kepolisian.

Pernyataan itu disampaikan merespons video viral seorang perempuan yang mengadakan lomba komentar paling rasis di media sosial dengan hadiah uang tunai senilai Rp100 ribu. Konten tersebut memicu gelombang kecaman publik. Yang memperparah situasi, perempuan itu secara terbuka menyatakan tidak gentar dilaporkan ke polisi karena mengaku kedua orang tuanya merupakan perwira kepolisian.

"Siapa pun pelakunya, termasuk jika berasal dari keluarga aparat, tetap wajib diproses sesuai hukum yang berlaku," ujar Abdullah di Jakarta, Jumat (8/5).

Abdullah menegaskan tidak ada individu yang kebal hukum dalam kasus rasisme. Ia mencontohkan kasus YouTuber dan streamer Muhammad Adimas Firdaus Putra Nashihan atau yang dikenal dengan nama "Resbob", yang telah menjalani proses hukum dan divonis bersalah karena menghina suku Sunda.

"Pembuat konten rasis tersebut nasibnya bisa seperti Resbob jika terbukti melanggar hukum, baik Undang-Undang ITE, Undang-Undang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, maupun KUHP," kata Abdullah, Jumat (8/5).

Politisi tersebut menilai lomba komentar rasis di platform digital bukan sekadar candaan, melainkan ancaman nyata bagi persatuan bangsa. Ia mengingatkan bahwa tindakan semacam itu berpotensi memperkeruh konflik horizontal, merusak harmoni sosial, serta mengganggu ketertiban umum.

Abdullah juga meminta kepolisian bersikap proaktif dalam menangani kasus ini secara cepat, profesional, dan transparan. Hal itu penting agar tidak muncul kesan bahwa institusi kepolisian memberikan perlindungan kepada pelaku.

"Mengingat dampaknya sangat serius, tidak boleh ada toleransi dan normalisasi terhadap segala bentuk rasisme digital. Jika dibiarkan, akan muncul banyak konten serupa demi viralitas dan engagement media sosial," tegasnya.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video