Dipublish oleh Tim Towa | 06 Mei 2026, 18:38 WIB
Towa News, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengajak perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) meninjau langsung kondisi gudang beras nasional di Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai upaya transparansi sekaligus membuktikan bahwa stok cadangan beras pemerintah saat ini berada dalam kondisi aman dan melimpah.
Rizal mengungkapkan bahwa total stok beras yang dikelola Bulog secara nasional telah menembus angka 5,2 juta ton — sebuah rekor baru dalam sejarah ketahanan pangan Indonesia.
"Kami sengaja ajak adik-adik BEM untuk menyaksikan bahwa memang benar saat ini gudang Bulog sudah penuh semuanya dengan beras-beras hasil panen petani Indonesia. Kami laporkan bahwa sampai dengan hari ini stok beras Bulog totalnya adalah mencapai 5,2 juta ton beras. Ini pencapaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka," ujar Rizal, Rabu (6/5).
Selama kunjungan berlangsung, para mahasiswa diperlihatkan secara langsung proses pengolahan beras mulai dari tahap gabah hingga menjadi beras siap konsumsi, sekaligus sistem penyimpanan yang diterapkan di fasilitas gudang tersebut. Bulog juga menjelaskan bahwa beras yang mengisi gudang tersebut merupakan hasil panen petani dalam negeri dengan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
Adapun Gudang Bulog Sunter yang berada di bawah Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Banten saat ini dilaporkan beroperasi pada kapasitas sekitar 98 persen, dengan total kapasitas tampung sebesar 355 ribu ton. Tingginya tingkat keterisian tersebut mendorong Bulog menyewa gudang tambahan di wilayah Tangerang dan Banten. Secara keseluruhan, sekitar 140 ribu ton stok beras telah ditempatkan di gudang untuk wilayah DKI Jakarta dan Banten guna menjaga distribusi dan stabilitas harga.
Salah satu perwakilan mahasiswa, Hani Fatimah dari Universitas Trilogi, menyatakan pihaknya telah memperoleh gambaran nyata kondisi ketahanan pangan nasional setelah menyaksikan langsung situasi di lapangan, termasuk kesiapan stok dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem.
"Jadi tadi juga kita sebagai mahasiswa sudah diperlihatkan bagaimana proses beras dari gabah, terus kemudian jadi beras, lalu juga penyimpanannya seperti apa, itu sudah diperlihatkan. Dan juga kekhawatiran kita tentang nanti akan ada El Nino yang besar, itu juga sudah bisa dipastikan beras kita tuh aman dalam waktu satu tahun ke depan," kata Hani.
Senada dengan itu, perwakilan BEM SI, Emon Wirawan, menegaskan bahwa berbagai isu yang meragukan kondisi ketahanan pangan nasional tidak sesuai dengan fakta yang mereka saksikan langsung di lapangan. "Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia sebagai perwakilan dari mahasiswa, ketahanan pangan kita untuk ke depan sudah terjaga, optimislah untuk Indonesia maju," kata Emon, Rabu (6/5).
Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari peran mahasiswa sebagai kontrol sosial, di mana BEM SI menyatakan komitmennya untuk terus memantau kondisi pasokan dan ketersediaan pangan nasional secara berkala.
Sumber: Antara, detik
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
NTT kini jadi provinsi dengan minat baca tertinggi...
Towa News | 07 Mei 2026, 15.28 WIB
Kemendagri: Fotokopi e-KTP Berisiko Bocorkan Data Pribadi dan...
Towa News | 07 Mei 2026, 14.42 WIB
Pemerintah Catat 241.000 Kasus TBC, Perbaiki 8.000 Rumah...
Towa News | 07 Mei 2026, 12.32 WIB
1.900 Awak Mobil Tangki Patra Logistik Tak Libur...
Towa News | 05 Mei 2026, 17.26 WIB
Bahlil Temui Prabowo, Kepemilikan Negara di Sektor Tambang...
Towa News | 05 Mei 2026, 17.21 WIB