Pemerintah Catat 241.000 Kasus TBC, Perbaiki 8.000 Rumah Pasien demi Putus Rantai Penularan

Dipublish oleh Tim Towa | 07 Mei 2026, 12:32 WIB

Bagikan:
X
Pemerintah Catat 241.000 Kasus TBC, Perbaiki 8.000 Rumah Pasien demi Putus Rantai Penularan
(dok.istimewa)

Towa News, Jakarta - Pemerintah Indonesia terus menggencarkan upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui sejumlah program strategis. Hingga awal Mei 2026, lebih dari 241.000 kasus TBC telah ditemukan, dengan tingkat keberhasilan pengobatan yang mencapai 80 persen dari target nasional sebesar 90 persen.

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari mengungkapkan data tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/5). Ia menyebut inisiasi pengobatan bagi pasien yang terdeteksi telah mencapai 84 persen, meski masih di bawah target 95 persen yang ditetapkan pemerintah.

"Penemuan kasus (TB) lebih dari 241.000 kasus. Inisiasi pengobatan 84% dari target 95 persen. Dan keberhasilan pengobatan 80 persen dari target 90 persen," ujar Qodari seperti dikutip dalam keterangan pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Rabu (6/5).

Capaian ini menjadi perhatian serius mengingat Indonesia masih termasuk dalam deretan negara dengan beban kasus TBC tertinggi di dunia.

Skrining Terintegrasi dan Penguatan Alat Deteksi

Sebagai bagian dari penguatan deteksi dini, pemerintah mengintegrasikan skrining TBC ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Kementerian Kesehatan sejak awal 2025. Selain itu, alat Near Point of Care (nPOC) dan fasilitas X-Ray juga mulai dipasok ke puskesmas-puskesmas di berbagai daerah guna memperluas kapasitas diagnosis.

8.000 Rumah Pasien TBC Akan Diperbaiki

Salah satu terobosan yang disoroti pemerintah adalah program perbaikan rumah pasien TBC. Tahun ini, pemerintah menargetkan renovasi 8.000 hunian milik pasien TBC di wilayah dengan tingkat kasus tinggi — sebuah lonjakan signifikan dibanding periode 2020–2023 yang hanya menyentuh angka 300 rumah per tahun.

"Pemerintah menargetkan perbaikan 8.000 rumah pasien TBC di wilayah prioritas beban kasus tinggi. Dan ini meningkat dari 300 rumah per tahun pada 2020 sampai 2023," kata Qodari dalam keterangan resmi Bakom RI, Rabu (6/5).

Dari total target tersebut, sebanyak 5.453 rumah telah diusulkan melalui aplikasi SIBARU. Menurut Qodari, kondisi tempat tinggal yang layak merupakan faktor krusial dalam memutus transmisi penyakit.

"Sebanyak 5.453 rumah telah diusulkan (untuk perbaikan) melalui aplikasi SIBARU. Rumah layak huni adalah garis pertahanan pertama melawan penularan TBC," tambahnya.

6.484 Desa Siaga TBC di 23 Provinsi

Upaya pencegahan juga diperluas hingga ke tingkat akar rumput. Pemerintah telah mengaktifkan 6.484 desa dan kelurahan siaga TBC yang tersebar di 23 provinsi sebagai bagian dari strategi pemberdayaan komunitas dalam menekan angka penularan.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video