DTKJ Usulkan Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Diusulkan Rp2.000

Tim Towa - Towa News
Sabtu, 04 Juli 2026 16:10 WIB
DTKJ Usulkan Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Diusulkan Rp2.000
(dok.istimewa)

Towa News, Jakarta - Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan agar layanan Mikrotrans, angkutan pengumpan Transjakarta yang selama ini gratis, mulai dikenakan tarif sebesar Rp2.000 per penumpang.

Usulan tersebut disampaikan Ketua DTKJ Sugihardjo di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7). Ia menyebut besaran tarif itu sejalan dengan tarif jarak dekat yang biasa dikenakan pada moda transportasi sejenis.

"Kalau hanya untuk jarak dekat hanya naik Mikrotrans itu tarifnya Rp2.000. Kita mengusulkan Rp2.000," kata Ketua DTKJ Sugihardjo seperti dikutip dari ANTARA, Jumat (3/7).

Sugihardjo menjelaskan, penerapan tarif tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki akurasi data jumlah penumpang Mikrotrans. Selama layanan masih digratiskan, menurutnya, ada celah bagi data penumpang untuk tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Ia mengungkapkan, dalam kontrak antara Transjakarta dan operator terdapat target jarak tempuh sekaligus target jumlah penumpang. Karena layanan gratis, ia khawatir operator melakukan tap kartu sendiri agar target penumpang tetap tercapai meski jumlah penumpang sebenarnya tidak memenuhi target.

"Selama ini dalam kontrak antara Transjakarta dan operator ada target untuk kilometer tempuh, ada target untuk jumlah penumpang. Nah kaitan dengan ini waktu gratis. Misalnya jumlah penumpangnya kurang, kalau saya jadi operator, 'Agar target tidak kena potong, saya tapping sendiri saja supaya target terpenuhi'," kata Ketua DTKJ Sugihardjo.

Dengan adanya tarif, lanjut Sugihardjo, praktik semacam itu diyakini akan lebih sulit terjadi karena setiap penumpang harus melakukan transaksi pembayaran, sehingga data yang tercatat akan lebih menggambarkan kondisi sebenarnya.

Ia pun meminta masyarakat tidak buru-buru menilai kebijakan ini menyebabkan penurunan jumlah penumpang Mikrotrans apabila nantinya diterapkan.

"Jadi kalau nanti Mikrotrans dikenakan tarif Rp2.000, terus data penumpangnya turun, itu datanya benar turun. Tapi bukan berarti penumpangnya turun karena kemarin itu ada yang data berlebih yang sebetulnya nggak jalan," ujar Ketua DTKJ Sugihardjo.

Selain soal tarif, Sugihardjo menyoroti perlunya perbaikan kualitas layanan Mikrotrans. Ia menyebut masih banyak keluhan masyarakat terkait armada yang datang bergerombol sehingga waktu tunggu penumpang menjadi lebih lama, serta perilaku sopir yang mengemudi dengan kecepatan tinggi.

Menurutnya, operator semestinya tidak hanya mengejar capaian target operasional, tetapi juga harus memperhatikan kualitas layanan dan keselamatan penumpang.

"Saya sudah bilang ke Transjakarta, jangan sampai dulu layanan jelek karena kejar setoran, sekarang cuma transformasi saja dari kejar setoran jadi kejar kilometer, kan nggak benar. Nah itu tetap harus pembinaan," kata Ketua DTKJ Sugihardjo.

Sugihardjo menegaskan, usulan tarif Rp2.000 untuk Mikrotrans saat ini masih berupa kajian dari DTKJ dan belum menjadi kebijakan resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi