Towa News, Sleman - Forum diskusi publik bertajuk "Kopdar Bareng Mas Dar" yang digelar di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Yogyakarta, Senin (15/6/2026) malam, berakhir ricuh setelah ratusan mahasiswa dari berbagai kampus menggeruduk lokasi acara. Forum yang mengangkat tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia" itu menghadirkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko sebagai pembicara. Acara ini diketahui digagas oleh Total Politik sebagai bagian dari rangkaian diskusi "Kopdar Bareng Mas Dar" yang melibatkan tokoh-tokoh nasional.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB itu pada awalnya berjalan tertib, dengan mahasiswa mengikuti paparan para pembicara secara tenang. Dalam pemaparannya, Sudaryono sempat menjelaskan kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terkait skema ekspor melalui satu pintu. Suasana berubah ketika Budiman menyinggung nama eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, dan meminta agar tidak ada pihak yang mengganggunya. Pernyataan tersebut memicu sejumlah mahasiswa naik ke atas panggung sembari membentangkan spanduk kritik terhadap pemerintah, termasuk satu spanduk hitam bertuliskan "KEMATIAN", serta tudingan "pengkhianat reformasi" yang diarahkan kepada Budiman—sosok yang dikenal sebagai mantan aktivis gerakan reformasi 1998.
Teriakan "revolusi" bergema berulang kali di lokasi, disertai aksi pelemparan botol air mineral ke arah panggung. Sejumlah petugas keamanan kampus naik ke panggung untuk menenangkan massa, dengan salah satu di antaranya berteriak melalui mikrofon, "Udah ya, udah ya, hormati ya." Acara yang semula dijadwalkan selesai pukul 22.00 WIB akhirnya terpaksa dihentikan lebih cepat, sekitar pukul 20.00 WIB.
Ketiga pejabat kemudian dievakuasi keluar ruangan, namun massa mahasiswa telah mengepung kendaraan yang akan mengangkut rombongan. Sejumlah mahasiswa terlihat menggebrak badan mobil sembari mencari sosok Budiman yang tidak tampak di antara rombongan.
Di luar lokasi, Nusron dan Sudaryono memilih menemui massa untuk berdialog langsung. Perdebatan sempat memanas saat mahasiswa menyinggung pengalihan fungsi ratusan ribu hektare lahan di Papua yang disebut menggusur masyarakat setempat. Menjawab tudingan tersebut, Nusron menantang balik mahasiswa untuk turun langsung melihat kondisi di lapangan. "Kalau Anda mengatakan saya menggusur Papua, kapan kamu mau tak ajak ke sana?" kata Nusron Wahid, seperti dikutip dari bebrapa video. Sementara itu, Sudaryono dalam penjelasannya turut menyinggung adanya pelemparan air serta dugaan tindakan fisik yang terjadi selama forum berlangsung. Rombongan kedua pejabat akhirnya meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan patroli setelah sempat dikejar massa. Tidak ada laporan korban dalam insiden tersebut.
Insiden di UGM ini turut memicu perhatian luas di media sosial, setelah rekaman video kericuhan yang diunggah oleh akun Total Politik ditonton dan disukai puluhan ribu warganet, serta memunculkan diskusi lebih luas mengenai pola konflik sosial di era digital. Peristiwa ini juga terjadi di tengah rangkaian aksi mahasiswa yang muncul di berbagai daerah dalam beberapa pekan terakhir, dengan isu yang bervariasi mulai dari kenaikan biaya hidup, ketersediaan lapangan kerja, hingga efektivitas program-program pemerintah. Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya membangun komunikasi terbuka antara pemerintah dan kalangan akademik agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi ketegangan yang lebih luas.
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!