Dipublish oleh Tim Towa | 07 April 2026, 21:33 WIB
Towa News, Jakarta - Pemerintah mematangkan berbagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang yang diprediksi melanda sejumlah wilayah Indonesia mulai April hingga Desember 2026. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pasokan air irigasi, khususnya di kawasan lumbung pangan Jawa Tengah, dalam kondisi siap menghadapi fenomena El Niño Godzilla.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memperkirakan kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih panjang dari biasanya, mendorong pemerintah untuk segera mengonsolidasikan kesiapan infrastruktur pengairan nasional.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyebut Waduk Gajah Mungkur di Jawa Tengah sebagai tulang punggung sistem irigasi dalam menghadapi ancaman kekeringan ini. Waduk tersebut saat ini melayani sekitar 25.000 hektare lahan pertanian melalui jaringan irigasi Colo Barat dan Colo Timur, dengan ketersediaan air sekitar 340 juta meter kubik dan kapasitas tampungan efektif mencapai 260 juta meter kubik.
"Waduk ini harus tetap mampu menyuplai kebutuhan air, terutama untuk irigasi pertanian. Insyaallah aman, kami menyiapkan berbagai langkah agar kebutuhan air tetap terpenuhi hingga musim kemarau berakhir," Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum, seperti dikutip dari keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Selasa (7/4).
Guna menjaga kapasitas waduk dari ancaman pendangkalan, Kementerian PU mengerahkan empat kapal keruk untuk mengurangi endapan sedimen. Selain itu, tiga unit closure dike telah dibangun untuk menahan aliran sedimen dari Sungai Keduang sebelum masuk ke badan waduk.
Upaya pemulihan wilayah hulu juga dilakukan melalui program penghijauan yang melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama masyarakat setempat.
"Hulu yang rusak menjadi salah satu penyebab utama sedimentasi. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan penghijauan agar yang masuk ke waduk lebih banyak air dibandingkan sedimen," Ujar Dody Hanggodo, seperti dikutip dari keterangan resmi Bakom RI, Selasa (7/4).
Sebagai langkah mitigasi tambahan, pemerintah menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan untuk wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami defisit air. Koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Pertanian, juga diperkuat demi menjaga produktivitas pangan nasional.
Dengan serangkaian langkah tersebut, pemerintah menyatakan optimistis dampak El Niño terhadap ketahanan pangan nasional dapat ditekan seminimal mungkin.
Sumber: Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, 7 April 2026
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
RI Selangkah Lebih Dekat Lepas dari Solar Impor,...
Towa News | 07 April 2026, 21.46 WIB
Optimalkan Aset BUMN dan Lahan Negara, Pemerintah Kebut...
Towa News | 06 April 2026, 20.01 WIB
Prabowo Pimpin Ratas Perumahan Rakyat, Target 400 Ribu...
Towa News | 06 April 2026, 19.59 WIB
Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Klaim Stok Pangan...
Towa News | 06 April 2026, 14.32 WIB
HIPMI Gelar Munas Juni 2026, Usung Tema Sinergi...
Towa News | 04 April 2026, 20.42 WIB