Harga Bitcoin Anjlok 15% dalam Sepekan, Analis: Ini Koreksi, Bukan Akhir Bull Market

Tim Towa - Towa News
Jumat, 05 Juni 2026 15:22 WIB
Harga Bitcoin Anjlok 15% dalam Sepekan, Analis: Ini Koreksi, Bukan Akhir Bull Market
(Dok. pinterest)

Towa News, Jakarta Pasar mata uang kripto mengalami tekanan berat dalam sepekan terakhir. Bitcoin (BTC) sebagai aset kripto berkapitalisasi terbesar mencatat pelemahan signifikan, diikuti oleh sejumlah altcoin utama dan memecoin.

Mengacu pada data Coinmarketcap, harga Bitcoin dalam 24 jam terakhir berada di level US$ 62.004,07 atau setara Rp 1,11 miliar (kurs Rp 18.044). Secara mingguan, Bitcoin terkoreksi 15,51%, sementara dalam satu bulan terakhir pelemahannya mencapai 23,75%.

Kapitalisasi pasar Bitcoin turut tergerus 2,26% menjadi US$ 1,24 triliun atau sekitar Rp 22.373 triliun. Volume perdagangan harian tercatat sebesar US$ 54,14 miliar, turun 5,94% dibanding periode sebelumnya.

Altcoin utama tak luput dari tekanan serupa. Ether (ETH) melemah 6,77% dalam 24 jam ke posisi US$ 1.657,68 atau sekitar Rp 29,90 juta. Secara mingguan, ETH terkoreksi 17,08% dan dalam sebulan terakhir anjlok hampir 30%.

Token BNB tercatat turun 2,52% ke harga US$ 586,99, sedangkan Solana (SOL) melemah 5,89% ke level US$ 65,62 dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Pelemahan juga melanda segmen memecoin. Dogecoin (DOGE) yang kerap dikaitkan dengan dukungan Elon Musk turun 5,52% ke harga US$ 0,08446. Dalam sepekan, DOGE tergerus 14,85%, dan sepanjang sebulan terakhir pelemahannya mencapai 27,1%.

Di tengah aksi jual yang meluas, investor kawakan Raoul Pal menilai kondisi ini tidak perlu disikapi secara berlebihan. Menurutnya, koreksi tajam merupakan hal yang lazim terjadi dalam siklus pasar bullish kripto.

"Bitcoin dan aset kripto lainnya memang kerap mengalami penurunan besar di tengah tren naik jangka panjang. Ini koreksi yang menyakitkan, bukan tanda dimulainya pasar bearish," ujar Pal sebagaimana dilaporkan dalam berbagai media keuangan internasional.

Pal tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang kripto, dengan menyebut adopsi stablecoin, tokenisasi aset, dan pengembangan infrastruktur blockchain sebagai faktor pendorong utama pertumbuhan ke depan.


Berita ini disusun berdasarkan data Coinmarketcap dan laporan perkembangan pasar kripto terkini.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi