Dipublish oleh Tim Towa | 11 Februari 2026, 12:19 WIB
Towa News, Jakarta - Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan pengiriman pasukan perdamaian ke Jalur Gaza dengan kekuatan mencapai satu brigade atau sekitar 5.000 hingga 8.000 personel TNI. Langkah ini menjadikan Indonesia sebagai kontributor pertama bagi Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang dibentuk dalam kerangka rencana perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan bahwa proses latihan bagi personel yang akan ditugaskan sudah dimulai.
"Sudah mulai berlatih orang-orang yang kemungkinan [dikerahkan]. Kan kita nanti jadi perdamaian. Jadi berarti Zeni, kesehatan, yang seperti-seperti itu kami siapkan," ungkap Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (9/2).
Terkait besaran pasukan, Maruli menyatakan kemungkinan mencapai satu brigade. "Ya, bisa satu brigade, 5.000-8.000 mungkin. Tapi masih bernego semua, belum pasti. Belum ada kepastian angka sampai sekarang," jelasnya.
Lokasi dan Waktu Penempatan
Menurut laporan media publik Israel KAN News, persiapan lokasi penampungan pasukan Indonesia telah dimulai di Gaza bagian selatan, tepatnya di area antara Kota Rafah dan Khan Younis. Meski belum ada kepastian jadwal keberangkatan, militer Indonesia diproyeksikan akan menjadi pasukan asing pertama yang tiba di Gaza.
KAN News melaporkan bahwa area penempatan sudah disiapkan, namun pembangunan infrastruktur dan perumahan diperkirakan masih memerlukan beberapa minggu.
Jerusalem Post melaporkan bahwa Indonesia akan mengirimkan tim pendahuluan ke pusat komando AS di Kiryat Gat pada akhir pekan ini untuk membahas detail pengerahan pasukan yang akan menggantikan tentara Israel di sepanjang Garis Kuning di Gaza.
Mandat dan Tugas
Pasukan ISF, termasuk kontingen Indonesia, tidak akan berinteraksi langsung dengan Hamas atau melakukan pelucutan senjata secara proaktif. Tugas utama mereka adalah mengawasi pelaksanaan gencatan senjata dan menangani isu-isu terkait keamanan perbatasan.
Berdasarkan laporan Jerusalem Post, pasukan Indonesia tidak akan beroperasi di wilayah Gaza yang masih dikuasai Hamas. Misi mereka mencakup pengamanan pembangunan infrastruktur awal di Rafah serta mengawasi lokasi pengumpulan dan penyimpanan senjata Hamas jika organisasi tersebut bersedia menyerahkannya sesuai kesepakatan gencatan senjata.
Latar Belakang Keterlibatan
Keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian Gaza merupakan bagian dari keanggotaan negara ini dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang dibentuk berdasarkan rencana perdamaian 20 butir Presiden Trump.
Dewan ini memiliki mandat membentuk ISF untuk mengamankan perbatasan Gaza, memastikan demiliterisasi wilayah termasuk pelucutan senjata Hamas, mengawal pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina baru, serta mengawasi rekonstruksi pascaperang.
Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan dari Presiden Trump untuk menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington pada 19 Februari mendatang.
Menurut keterangan resmi kepresidenan, partisipasi Indonesia bertujuan memastikan proses transisi di Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara (two-state solution) dan tidak berkembang menjadi pengaturan yang mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.
Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Agung Nurwijoyo, menilai peran Indonesia dalam penyelesaian krisis kemanusiaan di Gaza akan semakin kuat, asalkan disertai agenda yang jelas dan terukur dalam memperjuangkan keadilan bagi Palestina.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Danantara Instruksikan BUMN Pelayaran Beli Kapal Produksi PT...
Towa News | 11 Februari 2026, 13.17 WIB
ASN Dapat Fleksibilitas Kerja Jelang Nyepi dan Usai...
Towa News | 11 Februari 2026, 12.04 WIB
Mensos Gus Ipul Tekankan Kerja Berbasis Data untuk...
Towa News | 11 Februari 2026, 11.41 WIB
Prabowo Gelar Pertemuan Empat Jam dengan Lima Konglomerat...
Towa News | 11 Februari 2026, 11.29 WIB
Rapim TNI-Polri: Prabowo Tekankan Sinergitas hingga Pengamanan SDA...
Towa News | 10 Februari 2026, 10.17 WIB