Dipublish oleh Tim Towa | 24 September 2025, 09:13 WIB
Towa News, New York- Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pencapaian bersejarah Indonesia dalam bidang ketahanan pangan dengan meraih swasembada beras dan mencatat produksi serta cadangan pangan tertinggi sepanjang sejarah bangsa pada tahun ini.
Dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB, Selasa (23/9), Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia kini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga telah menjadi eksportir beras ke negara-negara yang membutuhkan, termasuk memberikan bantuan beras kepada Palestina.
"Tahun ini, kami mencatat produksi beras dan cadangan pangan tertinggi sepanjang sejarah. Indonesia kini telah swasembada beras dan bahkan mengekspor beras ke negara-negara yang membutuhkan, termasuk memberikan beras kepada Palestina," ungkap Prabowo dengan bangga.
Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi komprehensif yang telah dijalankan pemerintahan Prabowo dalam membangun ketahanan pangan nasional. Indonesia telah membangun rantai pasok pangan yang tangguh, meningkatkan produktivitas petani secara signifikan, serta berinvestasi besar-besaran pada teknologi pertanian cerdas-iklim untuk menjamin ketahanan pangan jangka panjang.
Presiden mengungkapkan optimisme besar bahwa Indonesia akan berkembang menjadi lumbung pangan dunia dalam beberapa tahun mendatang. "Kami yakin, dalam beberapa tahun mendatang, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia," kata Prabowo dengan penuh keyakinan.
Pencapaian swasembada beras ini menjadi jawaban nyata Indonesia terhadap tantangan global ketahanan pangan yang semakin kompleks. Dengan populasi dunia yang terus bertambah dan planet yang berada dalam tekanan, ancaman terhadap ketahanan pangan, energi, dan air membayangi banyak negara di dunia.
"Populasi dunia terus bertambah. Planet kita berada dalam tekanan. Ancaman terhadap ketahanan pangan, energi, dan air membayangi banyak negara," papar Prabowo, menjelaskan konteks global yang melatarbelakangi pencapaian Indonesia.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memilih untuk menjawab tantangan global ini secara langsung dengan aksi nyata di dalam negeri, sekaligus memberikan bantuan ke luar negeri sejauh kemampuan Indonesia. Strategi ini mencerminkan filosofi pembangunan yang tidak hanya fokus pada kemakmuran internal, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan global.
"Indonesia memilih untuk menjawab tantangan ini secara langsung di dalam negeri, sekaligus memberikan bantuan ke luar negeri sejauh kemampuan kami," jelasnya.
Dalam konteks yang lebih luas, Presiden menyampaikan visi besar Indonesia untuk tidak hanya mengatasi kemiskinan internal, tetapi juga menjadi bagian dari solusi global. "Tujuan kami jelas: mengangkat seluruh rakyat kami keluar dari kemiskinan dan menjadikan Indonesia pusat solusi bagi ketahanan pangan, energi, dan air dunia," tegas Prabowo.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB