Indonesia-Inggris Jalin Kemitraan Strategis, Fokus pada Teknologi dan Maritim

Dipublish oleh Tim Towa | 21 Januari 2026, 10:55 WIB

Bagikan:
X
Indonesia-Inggris Jalin Kemitraan Strategis, Fokus pada Teknologi dan Maritim
(Dok.Sekertariat Presiden)

Towa News, London - Indonesia dan Inggris resmi menandatangani kesepakatan kemitraan strategis baru yang diteken langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Keir Starmer di Lancaster House, London, Selasa (20/1/2026).

Kesepakatan ini menempatkan Inggris sebagai mitra kunci bagi Indonesia dalam pengembangan ekonomi, khususnya di sektor teknologi dan keuangan.

"Kita memandang UK, Inggris sebagai sesuatu partner yang nanti bisa juga sangat berpartisipasi dalam ekonomi kita. Mereka punya teknologi, mereka punya keuangan finance yang sangat kuat, mereka berminat untuk investasi di Indonesia," kata Presiden Prabowo seperti dilaporkan BPMI Setpres, Rabu (21/1/2026).

Kepala negara menekankan bahwa kerja sama ini akan memberikan keuntungan timbal balik, terutama melalui transfer teknologi dan dukungan finansial dari Inggris.

"Jadi saya kira partnership ini akan sangat menguntungkan kedua belah pihak," tambahnya

 

Pembangunan 1.500 Kapal Ikan

Salah satu program strategis dalam kemitraan ini adalah dukungan Inggris untuk pembangunan sekitar 1.500 kapal ikan di Indonesia, sekaligus perbaikan kawasan pemukiman nelayan. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan para nelayan dan meningkatkan konsumsi protein masyarakat.

Baca Juga: Prabowo AjakPerguruan Tinggi Inggris Dirikan 10 Kampus Bertaraf Internasional di Indonesia.

"Ini sangat strategis bagi kita. Ini sangat akan mempercepat pertumbuhan dan kemajuan ekonomi kita khususnya di bidang maritim. Saya ingatkan tiga perempat Tanah Air kita itu adalah laut dan konsumsi protein kita, oleh rakyat kita masih terlalu rendah. Kita ingin tingkatkan untuk lebih baik lagi," ujar Prabowo seperti dilansir BPMI Setpres.

Empat Pilar Kemitraan

Kemitraan strategis yang ditandatangani merupakan kelanjutan dari Joint Statement on a New Strategic Partnership yang telah disepakati kedua pemimpin pada 2024. Kesepakatan kali ini mengusung empat pilar utama, yakni penguatan pertumbuhan ekonomi, kerja sama iklim-energi-lingkungan, peningkatan pertahanan dan keamanan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Baca Juga: Mendagri Dorong Daerah Optimalkan Program Prorakyat untuk Tingkatkan Kualitas SDM

Melalui empat pilar tersebut, Jakarta dan London bertekad membangun kolaborasi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi keduanya sebagai mitra strategis di kawasan regional maupun global.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video