Dipublish oleh Admin | 25 Maret 2025, 11:45 WIB
Towa News, Jakarta – Jajaran pengurus Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) mendapat pengakuan global atas integritas dan kapabilitasnya. Ekonom dari Juwai IQI, Shan Saeed, menilai bahwa keberadaan tokoh-tokoh berpengaruh dalam struktur Danantara memberikan sinyal positif kepada pasar global dan investor mengenai prospek pengembangan ekonomi Indonesia.
Dalam acara Meet The Team Danantara Indonesia di Jakarta, Senin (24/03/2025), Shan Saeed menyatakan, "Pemerintah telah mengirimkan sinyal kuat kepada pelaku pasar keuangan bahwa para penasihat Daya Anagata Nusantara memiliki pengakuan global dan integritas tinggi yang akan memberikan panduan ke depan dalam lanskap investasi sovereign wealth fund (SWF)."
Struktur Kepengurusan Danantara
Jajaran pengurus Danantara terdiri dari tokoh nasional dan internasional yang memiliki reputasi dan pengalaman luas. Di tingkat nasional, Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, menjabat sebagai anggota dewan pengarah Danantara. Sementara itu, tokoh internasional yang bergabung antara lain:
Ray Dalio, pendiri Bridgewater, hedge fund terbesar di dunia.
Jeffrey Sachs, penasihat Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.
Thaksin Shinawatra, mantan Perdana Menteri Thailand ke-23.
Shan Saeed menambahkan, "Figur-figur tersebut membawa kredibilitas dan integritas tinggi ke pasar keuangan. Dengan latar belakang yang kuat dan keahlian global, mereka dapat memberikan transparansi dan nasihat profesional demi memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan efisiensi dan tata kelola dana ini."
Peran dan Tujuan Danantara
Danantara dibentuk dengan tujuan mengoptimalkan pengelolaan investasi negara melalui konsolidasi aset-aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bahwa Danantara akan berperan sebagai konsolidator kekuatan ekonomi nasional yang saat ini tersebar di berbagai BUMN. Melalui badan ini, diharapkan dana investasi nasional dapat dikelola secara lebih efektif dan efisien.
Kepala Danantara, Muliaman Darmansyah Hadad, menyatakan bahwa badan ini akan mengelola investasi di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dalam jangka panjang diharapkan dapat berfungsi seperti Temasek, badan investasi milik pemerintah Singapura.
Proyeksi dan Harapan
Shan Saeed optimistis bahwa dengan struktur kepengurusan yang solid dan berintegritas, Danantara dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menyatakan, *"Mandat dari Danantara ini adalah mendorong pertumbuhan dan membentuk trajektori ekonomi yang kokoh di tingkat makro."
Lebih lanjut, Shan menambahkan, "Saya yakin outlook ekonomi Indonesia tampak cerah dalam 3 hingga 5 tahun ke depan."
Dengan demikian, pembentukan Danantara diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian global melalui investasi yang strategis dan berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Realisasi APBN 2025 Tunjukkan Kinerja Solid, Defisit Terkendali...
Towa News | 09 Januari 2026, 08.50 WIB
IHSG Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Tembus Level...
Towa News | 08 Januari 2026, 14.05 WIB
Pemerintah Tetapkan Target Penerimaan Pajak Rp 2.693 Triliun...
Towa News | 08 Januari 2026, 09.12 WIB
Mentan Amran Cabut Izin 2.300 Distributor Pupuk yang...
Towa News | 07 Januari 2026, 14.03 WIB
KFC dan Pizza Hut Merger Rp14,7 Triliun, Terus...
Towa News | 02 Januari 2026, 09.55 WIB