Dipublish oleh Tim Towa | 13 April 2026, 10:42 WIB
Towa News, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menyalurkan anggaran sebesar Rp1,7 triliun guna mendukung 18.215 kegiatan riset dan pengembangan di perguruan tinggi seluruh Indonesia pada tahun anggaran 2026.
Menariknya, mayoritas penerima dana tersebut justru berasal dari perguruan tinggi swasta (PTS), yakni mencapai 60 persen. Sementara perguruan tinggi negeri (PTN) dan PTN berbadan hukum menyerap 40 persen sisanya. Seluruh penerima merupakan dosen yang tersebar di 38 provinsi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima atas kerja keras yang telah dilakukan dalam proses seleksi hingga penyusunan proposal.
"Ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi luar biasa dalam menyiapkan diri bersama tim, berkolaborasi dengan dosen dan peneliti untuk menyiapkan proposal, melaksanakan penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat sehingga menghasilkan karya riset dan inovasi yang berdampak," kata Brian, Senin (13/4/2026).
Fokus pada Isu Strategis Nasional
Dana senilai Rp1,7 triliun tersebut dialokasikan ke delapan sektor prioritas. Bidang kesehatan menjadi penerima terbesar dengan porsi 27 persen, diikuti ketahanan pangan 25 persen, hilirisasi dan industrialisasi 16 persen, serta digitalisasi, termasuk kecerdasan buatan dan semikonduktor 15 persen. Sektor energi mendapat 7 persen, manufaktur dan material maju 4 persen, maritim 4 persen, dan pertahanan 2 persen.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Fauzan Adziman menegaskan bahwa skema pendanaan tahun ini dirancang agar hasil riset tidak sekadar mengendap di lingkungan akademik.
"Program ini diarahkan untuk menjawab berbagai permasalahan strategis nasional, memperkuat ekosistem riset, serta mendorong percepatan hilirisasi hasil riset ke masyarakat dan industri," ujar Fauzan.
Rincian Sembilan Program Pendanaan
Kemdiktisaintek menyalurkan anggaran tersebut melalui sembilan program. Program Penelitian menjadi yang terbesar dengan nilai Rp1,04 triliun untuk 13.028 proposal yang lolos seleksi dari total 83.284 usulan yang masuk.
Program Hilirisasi Riset Prioritas berada di posisi kedua dengan anggaran Rp318 miliar untuk 925 proposal terpilih dari 2.488 usulan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) mendapat alokasi Rp167 miliar untuk 3.328 tim, dengan fokus pada pemberdayaan di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) serta kelompok rentan.
Selain itu, Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) mendanai 102 konsorsium dengan total Rp62,4 miliar, sementara Program Pengujian Model dan Prototipe menyentuh angka Rp46 miliar untuk 354 proposal. Program Mahasiswa Berdampak mendapat Rp21,9 miliar untuk 202 kegiatan, yang akan melibatkan lebih dari 10.000 mahasiswa di wilayah Sumatera untuk mendukung pemulihan pascabencana.
Di sektor budaya, Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) mengucurkan Rp17,5 miliar untuk 244 karya seni berbasis tradisi lokal. Penguatan kelembagaan riset melalui 17 Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUI-PT) mendapat Rp7,85 miliar. Adapun Program PHC-Nusantara mendanai 15 riset kolaborasi Indonesia–Prancis senilai Rp2,2 miliar dari 72 proposal yang diajukan.
Honorarium Peneliti Naik
Mulai tahun anggaran 2026, Kemdiktisaintek juga menetapkan alokasi honorarium bagi peneliti sebesar 25 persen dari total dana riset yang diterima. Kebijakan ini disebut sebagai langkah untuk memperkuat tata kelola pendanaan yang lebih akuntabel.
Brian menegaskan pentingnya sinergi antara kampus, pemerintah, dan pelaku industri agar inovasi yang dihasilkan dapat memberi dampak luas.
"Mari jadikan sains dan teknologi sebagai penggerak pertumbuhan dan pemerataan ekonomi kita demi Indonesia yang mandiri dan berdaya saing," tegasnya, Senin (13/4/2026).
Status pendanaan masing-masing proposal dapat diakses melalui sistem BIMA di bima.kemdiktisaintek.go.id dan Hiliriset di hiliriset.kemdiktisaintek.go.id.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Malaysia Minta Indonesia Ekspor 200 Ribu Ton Beras
Towa News | 15 April 2026, 16.08 WIB
Bahlil Temui Menteri Energi Rusia, Bahas Pasokan Minyak...
Towa News | 15 April 2026, 15.16 WIB
Prabowo Temui Macron di Élysée, Bahas Alutsista hingga...
Towa News | 15 April 2026, 15.07 WIB
KP2MI Targetkan 500 Ribu Pekerja Migran Terampil Lewat...
Towa News | 15 April 2026, 14.49 WIB
Kecelakaan Turun 31%, DPR Apresiasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran...
Towa News | 14 April 2026, 14.37 WIB