Towa News, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan pemanfaatan layanan Kereta Petani Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak, Banten. Sepanjang semester I 2026, kereta khusus ini telah mengangkut 26.074 penumpang.
Layanan yang mulai beroperasi pada 1 Desember 2025 itu kini secara kumulatif telah digunakan oleh 30.189 pelanggan. Rinciannya, 4.115 penumpang tercatat pada masa awal operasional Desember 2025, sementara 26.074 penumpang lainnya terjadi sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, kehadiran kereta ini merupakan respons perusahaan terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat di daerah, khususnya bagi warga yang kerap membawa barang dagangan atau hasil bumi dalam perjalanan sehari-hari.
“Kereta Petani Pedagang hadir dari kebutuhan masyarakat yang sangat riil. Di lintas Rangkasbitung–Merak, banyak pelanggan menggunakan kereta api untuk bekerja, berdagang, membawa hasil bumi, dan menghidupi ekonomi keluarga. KAI ingin perjalanan mereka lebih tertib, nyaman, dan tetap memperhatikan keselamatan,” kata Anne Purba seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (2/7).
Rangkaian kereta yang digunakan pada layanan ini merupakan hasil modifikasi Balai Yasa Surabaya Gubeng. Sarana tersebut dirancang khusus agar dapat menampung barang bawaan produktif milik penumpang, seperti hasil pertanian, bahan dagangan, hingga perlengkapan usaha kecil.
Menurut Anne, keberadaan kereta tersebut memberikan dampak langsung bagi perekonomian warga. Petani dapat mengangkut hasil panen ke lokasi perdagangan, sementara pedagang bisa menjangkau pasar dengan biaya perjalanan yang lebih terukur.
“Di balik angka pelanggan, ada cerita tentang warga yang berangkat sejak pagi, membawa hasil kebun, barang dagangan, dan harapan untuk keluarganya. Karena itu, layanan ini kami tempatkan sebagai bagian dari peran kereta api dalam mendukung ekonomi rakyat di daerah,” ujar Anne Purba.
Penumpang KA Lokal Juga Meningkat
Selain Kereta Petani Pedagang, jalur Rangkasbitung–Merak juga dilayani KA Lokal yang menghubungkan sejumlah wilayah di Banten hingga Stasiun Merak. Stasiun ini berdekatan dengan Pelabuhan Merak sebagai titik penyeberangan menuju Pulau Sumatra, sehingga jalur tersebut turut menopang konektivitas antarpulau bagi warga yang hendak bekerja, berdagang, bersekolah, maupun mengakses layanan publik.
Data KAI menunjukkan tren kenaikan jumlah penumpang KA Lokal pada jalur ini dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, tercatat 3.617.478 penumpang, kemudian naik menjadi 4.269.154 penumpang pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 4.463.498 penumpang pada 2025. Dalam rentang dua tahun tersebut, jumlah penumpang bertambah 846.020 orang atau tumbuh 23,39 persen.
Tren positif itu berlanjut pada 2026. Selama Januari–Juni 2026, KA Lokal Rangkasbitung–Merak melayani 2.414.115 penumpang, naik 207.444 orang atau 9,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 2.206.671 penumpang.
Anne menilai, pertumbuhan jumlah penumpang KA Lokal menunjukkan kereta api masih menjadi moda transportasi andalan masyarakat Banten untuk aktivitas harian, mulai dari pendidikan, pekerjaan, perdagangan, hingga akses menuju pelabuhan penyeberangan.
“KAI melihat lintas Rangkasbitung–Merak sebagai jalur yang memiliki nilai sosial, ekonomi, dan konektivitas yang kuat. Pertumbuhan pelanggan KA Lokal dan hadirnya Kereta Petani Pedagang memperlihatkan bahwa layanan kereta api semakin menyatu dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari,” ujar Anne Purba.
KAI menyatakan komitmennya untuk terus menjaga keselamatan dan kualitas layanan di jalur tersebut, baik melalui penguatan operasional KA Lokal maupun Kereta Petani Pedagang, guna mendukung mobilitas dan perekonomian masyarakat setempat.
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!