MPR RI Minta Maaf atas Polemik Penilaian Cerdas Cermat Kalimantan Barat, Juri dan MC Dinonaktifkan

Dipublish oleh Tim Towa | 12 Mei 2026, 15:08 WIB

Bagikan:
X
MPR RI Minta Maaf atas Polemik Penilaian Cerdas Cermat Kalimantan Barat, Juri dan MC Dinonaktifkan
Dok. yt/MPRGOID

Towa News, Jakarta - Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) resmi meminta maaf kepada publik atas kontroversi yang muncul dalam pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Sebagai tindak lanjut, lembaga legislatif tertinggi itu menonaktifkan seluruh dewan juri dan pembawa acara (MC) yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Permintaan maaf disampaikan secara resmi melalui akun Instagram resmi lembaga pada Selasa (12/5/2026). "MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dewan juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat," demikian pernyataan resmi MPR seperti dikutip dari DetikNews, Selasa (12/5).

Polemik bermula dari sebuah video yang beredar luas di media sosial dan dilihat pada Senin (11/5). Rekaman itu memperlihatkan adanya perbedaan penilaian terhadap jawaban yang dinilai serupa dari dua kelompok peserta berbeda. Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima untuk jawaban mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sementara itu, Grup B dari SMAN 1 Sambas memperoleh nilai 10 atas jawaban yang dianggap setara dari juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita.

Peserta Grup C sempat mengajukan protes di tempat. Namun dewan juri berdalih jawaban kelompok tersebut tidak menyebut nama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara eksplisit. Insiden ini terjadi pada babak final lomba yang digelar Sabtu (9/5).

Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman mengakui adanya unsur kelalaian dari pihak panitia dan juri, termasuk persoalan teknis tata suara dan mekanisme banding. "Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini," ujar Akbar, Senin (11/5).

Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menyatakan pihaknya kini tengah menjalankan penelusuran internal terkait mekanisme penilaian jawaban peserta. Ia menegaskan MPR menghormati setiap masukan dari masyarakat atas dinamika yang terjadi dalam perlombaan tersebut.

MPR memastikan akan menggelar evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek teknis pelaksanaan lomba. "MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel," demikian pernyataan MPR seperti dikutip dari DetikNews, Selasa (12/5).

Lembaga itu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, panitia daerah, serta masyarakat luas yang selama ini memberikan perhatian terhadap pendidikan kebangsaan dan pelaksanaan LCC Empat Pilar. MPR menegaskan bahwa kepercayaan publik menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan yang diselenggarakannya.
 

Sumber: Antara, Detik

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video