Dipublish oleh Tim Towa | 10 April 2026, 15:50 WIB
Towa News, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil memfasilitasi kesepakatan antara importir dan pengrajin tahu tempe untuk mempertahankan harga kedelai di tingkat pengrajin tetap di bawah Rp 12.000 per kilogram. Kesepakatan ini dicapai dalam rapat koordinasi yang digelar pada Kamis (9/4/2026) di tengah tekanan rantai pasok global akibat dinamika geopolitik.
Harga Acuan Penjualan (HAP) yang disepakati ditetapkan sebesar Rp 11.500 per kg di tingkat importir, dan berlaku hingga adanya perubahan kebijakan berikutnya.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Yudi Sastro, meluruskan informasi yang beredar di masyarakat soal lonjakan harga kedelai hingga Rp 20.000 per kg.
"Kami sudah verifikasi langsung ke pelaku usaha, dan informasi yang menyebut harga kedelai tembus Rp 20.000 itu tidak benar. Harga tetap di bawah HAP, bahkan di level importir masih sekitar Rp 11.500 per kg," kata Yudi seperti dikutip dari keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kamis (10/4/2026).
Yudi menambahkan bahwa meskipun tekanan global turut mendongkrak biaya logistik dan distribusi, kondisi pasokan saat ini masih terkendali.
"Memang ada dampak dari perubahan geopolitik yang menyebabkan ongkos produksi dan distribusi meningkat. Tapi untuk kondisi saat ini pasokan masih cukup dan harga masih terkendali," ujarnya.
Harga di Berbagai Daerah Masih di Bawah HAP
Berdasarkan data Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) yang diolah Badan Pangan Nasional per 8 April 2026, harga kedelai di sejumlah wilayah tercatat masih berada di bawah batas HAP.
Di Jakarta, rata-rata harga kedelai berada di kisaran Rp 10.500–11.000 per kg. Di Jawa tercatat Rp 10.555 per kg, Bali dan NTB Rp 10.550 per kg, Sumatra Rp 11.450 per kg, Sulawesi Rp 11.113 per kg, serta Kalimantan Rp 10.908 per kg.
Direktur PT FKS Multi Agro Tbk, Tjung Hen Sen, menyebut harga di tingkat importir saat ini masih dalam batas wajar.
"Saya rasa di tingkat importir saat ini sudah wajar, mungkin di sekitar Rp 10.100 sampai Rp 10.300 per kg tergantung wilayah. Di tingkat pengrajin mungkin sekarang ini sekitar Rp 10.500 sampai dengan Rp 11.000 per kg," ujar Hen Sen.
Harga Tahu Tempe Diklaim Stabil
Sekretaris Jenderal Gakoptindo, Wibowo Nurcahyo, memastikan harga produk tahu dan tempe di tingkat pengrajin tidak mengalami kenaikan signifikan.
"Kami jamin tahu tempe tidak naik harganya, tapi mungkin ada penyesuaian dari sisi volume. Hasil pantauan kami harga tahu tempe tetap stabil di kisaran Rp 12.000 sampai Rp 13.000," kata Wibowo.
Wibowo juga mengungkapkan bahwa harga pembelian kedelai dari importir masih jauh di bawah HAP.
"Untuk kedelainya kami beli dari importir itu di harga Rp 10.200 dan itu masih sangat jauh di bawah HAP, jadi kalau dari harga kami masih stabil," jelasnya sebagaimana dikutip dari Bakom RI, Kamis (10/4/2026).
Mentan Minta Importir Tak Ambil Untung Berlebihan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara terpisah menegaskan agar para importir tidak memanfaatkan situasi global untuk meraup keuntungan berlebihan.
"Terkait kedelai, kami sudah minta teman-teman importir jangan mengambil keuntungan besar. Naik bolehlah naik tetapi jangan sampai itu menekan saudara-saudara kita yang membutuhkan," tegas Amran.
Pemerintah juga mendorong pengurangan ketergantungan terhadap kedelai impor melalui program pengembangan kedelai lokal seluas sekitar 37.500 hektare yang ditargetkan berjalan pada tahun ini.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
WFH Jumat Resmi Berlaku untuk ASN, Petugas Dukcapil...
Towa News | 10 April 2026, 14.58 WIB
Prabowo Resmi Lantik Andi Rahadian sebagai Dubes RI...
Towa News | 10 April 2026, 14.42 WIB
Prabowo Lantik Sembilan Anggota Ombudsman RI untuk Masa...
Towa News | 10 April 2026, 14.33 WIB
Liliek Prisbawono Resmi Dilantik sebagai Hakim MK, Gantikan...
Towa News | 10 April 2026, 14.24 WIB
Patra Logistik Dukung Penyaluran 193 Ribu KL BBM...
Towa News | 09 April 2026, 17.10 WIB